Abcmarathinews.com – Sebuah laporan mengejutkan datang dari Papua Pegunungan. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga kuat telah merekrut sekitar 100 pemuda di wilayah Dekai, Yahukimo, untuk memperkuat barisan mereka. Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Rahmadani, mengungkapkan bahwa para pemuda yang direkrut tersebut rata-rata masih berusia di bawah 21 tahun.
Perekrutan masif ini disinyalir bertujuan untuk memperkuat personel KKB di Yahukimo. Jenderal Faizal menyoroti bahwa kerentanan para pemuda menjadi faktor utama. Mereka yang tidak bersekolah dan belum memiliki pekerjaan tetap, disebutnya, lebih mudah terpengaruh bujuk rayu kelompok bersenjata tersebut. Fenomena ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.

Terungkapnya skema perekrutan ini bermula dari serangkaian operasi penangkapan anggota KKB oleh Satgas Damai Cartenz. Salah satu momen krusial adalah insiden penangkapan Junior Bocor Sobolim di Dekai, yang berujung pada tewasnya yang bersangkutan. Dari hasil pendalaman dan interogasi intensif terhadap anggota KKB yang tertangkap, informasi mengenai 100 pemuda yang direkrut ini akhirnya terkuak.
Yahukimo sendiri tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat gangguan keamanan tertinggi di bawah yurisdiksi Polda Papua, dengan catatan tragis 35 korban jiwa akibat aksi KKB. Menanggapi situasi genting ini, Jenderal Faizal, yang juga mengemban jabatan Wakil Kepala Polda Papua, menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif. Ia menekankan perlunya memberikan kesempatan berkarya bagi para pemuda melalui program pelatihan yang melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Di sisi lain, penegakan hukum yang tegas akan tetap diberlakukan bagi setiap individu yang terlibat dalam pelanggaran.




