Abcmarathinews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengonfirmasi penyelenggaraan program mudik gratis pada tahun ini, sebuah inisiatif yang selalu dinantikan masyarakat ibu kota. Kabar gembira ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, setelah rapat koordinasi bersama jajaran Pemprov DKI di Balai Kota. "Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap mengadakan mudik gratis," tegas Eli.
Eli menambahkan bahwa jumlah peserta yang akan difasilitasi dalam program ini dipastikan akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan kapasitas ini dimungkinkan berkat adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak kolaborator. "Dengan adanya beberapa kolaborator yang turut serta, kami optimis dapat mengakomodasi lebih banyak warga Jakarta," ujarnya. Saat ini, Pemprov DKI tengah mematangkan mekanisme pendaftaran untuk memastikan proses yang transparan dan adil, dengan salah satu syarat utama adalah kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta. Informasi detail mengenai pendaftaran akan diumumkan jauh-jauh hari agar masyarakat memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur meminta warga untuk tidak melakukan ‘panic buying’ atau pembelian panik. Pramono Anung menjamin bahwa ketersediaan stok pangan di ibu kota sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga. "Kami mengimbau agar tidak ada pembelian panik, sebab Pemprov DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pangan, daging, dan komoditas lainnya di Jakarta sangat memadai," jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut juga menghasilkan sejumlah langkah antisipasi strategis yang akan diterapkan Pemprov DKI. Di antaranya adalah monitoring rutin terhadap ketersediaan dan stabilitas harga pangan, dengan fokus utama pada komoditas beras, daging, dan LPG 3 kilogram. Selain itu, sistem peringatan dini (early warning system) terhadap fluktuasi harga di Jakarta akan terus dioptimalkan. Berdasarkan laporan dari Asisten yang menangani bidang ini, Ibu Eli, ketersediaan pangan untuk Ramadan, Idulfitri, serta hari-hari besar lainnya seperti Imlek atau Nyepi, dipastikan dalam kondisi aman berkat cadangan yang mencukupi.
Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga di pasaran, Pemprov DKI juga menyetujui penyelenggaraan pasar murah. Inisiatif ini akan menjadi intervensi langsung jika terjadi gejolak harga yang signifikan. Gubernur Pramono Anung menyoroti bahwa sebagian besar komoditas di Jakarta kini relatif terkontrol dengan baik, terutama berkat subsidi pangan. Namun, ada dua komoditas yang memerlukan kewaspadaan ekstra karena sering mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng dan cabai. Menanggapi hal ini, Pemprov DKI akan menggalakkan kegiatan menanam cabai, meskipun area perkotaan Jakarta memiliki keterbatasan lahan untuk urban farming.




