Abcmarathinews.com – Lebih dari tiga bulan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, ribuan jiwa masih harus bertahan di pengungsian. Situasi memilukan ini terus berlangsung bahkan saat memasuki bulan suci Ramadan, dengan harapan untuk kembali ke rumah masih menjadi impian yang jauh.
Data terbaru yang dihimpun menunjukkan, sebanyak 909 kepala keluarga atau setara dengan 3.506 individu belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka yang terdampak. Mereka kini menggantungkan hidup di tenda-tenda atau fasilitas pengungsian sementara, menanti uluran tangan dan solusi permanen dari pemerintah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Basarin Yunus Tanjung, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mempercepat pembangunan ribuan hunian sementara (Huntara) untuk para korban. "Sebanyak 1.427 unit Huntara saat ini tengah dikebut pembangunannya di berbagai titik di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel)," ujar Basarin, seperti dikutip dari abcmarathinews.com.
Beberapa lokasi Huntara bahkan sudah mulai dihuni oleh warga terdampak bencana. Di antaranya, Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, yang menyediakan 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, sebanyak 118 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit. Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Basarin, yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut, berharap agar seluruh pengungsi dapat segera tertampung. "Dengan selesainya penyediaan atau pembangunan, semua akan tertampung di Huntara, mudah-mudahan mereka bisa merayakan Lebaran di sana," imbuhnya.
Selain pembangunan Huntara, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 kepala keluarga. Bantuan ini diberikan sebagai solusi sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) rampung. "Bantuan ini awalnya disalurkan oleh Pemprov Sumut, kemudian dilanjutkan dengan dana tunggu hunian selama tiga bulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," jelas Basarin.
Nantinya, para penghuni Huntara akan direlokasi ke hunian tetap yang proses pembangunannya sedang berjalan. Pemprov Sumut juga telah merampungkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dalam dokumen tersebut, kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi diestimasikan mencapai Rp30,5 triliun, yang direncanakan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.
Bencana banjir bandang dan longsor ini meninggalkan duka mendalam bagi Sumatera Utara. Hingga kini, tercatat 376 jiwa meninggal dunia, dan 40 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Meskipun pencarian secara masif telah dihentikan, Basarin memastikan tim tetap akan melakukan upaya pencarian apabila ditemukan indikasi keberadaan korban.




