Terungkap! Rahasia Pemulihan Sumatra Pasca Bencana

Terungkap! Rahasia Pemulihan Sumatra Pasca Bencana

Abcmarathinews.com – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Fokus utama mereka adalah penambahan fasilitas vital berupa sumur bor dan sarana sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK) di tiga provinsi kunci: Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengembalikan kehidupan normal bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar ini merupakan langkah krusial. "Pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK darurat ini akan terus kami kebut guna mencegah potensi krisis kesehatan yang lebih parah, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan bagi para penyintas bencana di Sumatra," ujarnya, menekankan urgensi dari proyek ini.

Terungkap! Rahasia Pemulihan Sumatra Pasca Bencana
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Apresiasi tinggi disampaikan Tito atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin erat. Berbagai pihak seperti PLN, Danantara, hingga Kementerian ESDM turut bahu-membahu dalam merealisasikan pembangunan sumur bor dan sanitasi MCK di berbagai titik lokasi bencana. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang membahas perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.

Tito menambahkan, meskipun progres MCK telah mencapai 80 persen, kebutuhan akan sumur bor masih sangat besar. "Untuk MCK, kita sudah mencapai 80 persen. Namun, untuk sumur bor, kita masih perlu banyak, baru sekitar 56 persen atau 474 unit. Ini karena adanya masalah krusial terkait air minum dan jaringan-jaringan yang putus akibat bencana," jelasnya, menyoroti tantangan penyediaan air bersih yang vital bagi kehidupan sehari-hari.

Data terbaru dari Satgas PRR menunjukkan capaian signifikan dalam pembangunan fasilitas sanitasi. Dari target 72 unit MCK di Aceh, 54 unit telah rampung. Di Sumatra Utara, 128 dari 139 MCK telah selesai dibangun, menunjukkan progres yang sangat baik. Sementara itu, di Sumatra Barat, 21 dari 46 MCK telah berhasil dituntaskan. Secara keseluruhan, 208 unit MCK telah berdiri, merepresentasikan 80 persen dari total target 257 unit di seluruh daerah bencana Sumatra.

Untuk fasilitas sumur bor, progres juga terus berjalan. Sebanyak 369 dari target 578 sumur bor di Aceh telah rampung, memberikan akses air bersih yang sangat dibutuhkan. Di Sumatra Utara, 84 dari 152 sumur bor telah dibangun. Sedangkan di Sumatra Barat, 21 dari 107 sumur bor telah berhasil diselesaikan. Total, 474 sumur bor telah tersedia, mencapai 56 persen dari target keseluruhan 836 unit yang direncanakan di wilayah bencana Sumatra.

Rapat koordinasi penting tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Hadir pula sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya, termasuk Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sarah Sadiqa. Beberapa pejabat juga mengikuti rapat secara virtual, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini