Terungkap! Oknum Polisi Probolinggo Tak Sendiri

Terungkap! Oknum Polisi Probolinggo Tak Sendiri

Abcmarathinews.com – Sebuah kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), FAN (21), kini semakin terang benderang dengan dugaan kuat keterlibatan seorang anggota Polres Probolinggo berinisial AS. Namun, penyelidikan terbaru mengindikasikan bahwa AS tidak beraksi sendirian dalam insiden keji ini, memicu perburuan besar-besaran terhadap pelaku lainnya.

FAN, yang merupakan warga Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tak bernyawa di aliran sungai Jalan Raya Purwosari Pasuruan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Penemuan jasadnya memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.

Terungkap! Oknum Polisi Probolinggo Tak Sendiri
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, mengonfirmasi bahwa setelah penangkapan AS, Tim Subdit III Jatanras Polda Jatim kini tengah gencar memburu para terduga pelaku lain. "Dari hasil penyelidikan sementara, kuat dugaan masih ada pelaku lain. Jadi, yang bersangkutan (AS) tidak melakukan tindak pidana ini sendirian," tegas Jules dalam keterangannya kepada abcmarathinews.com.

AS sendiri diketahui masih berstatus sebagai anggota aktif Polres Probolinggo Kabupaten. Ia telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Mapolda Jatim. Penangkapan AS dilakukan setelah hasil pengembangan penyelidikan tim Jatanras Polda Jawa Timur menemukan adanya dugaan kuat keterkaitan dirinya dengan penyebab meninggalnya korban.

Meskipun demikian, Jules menjelaskan bahwa AS belum resmi ditetapkan sebagai tersangka. Status hukumnya akan diputuskan dalam proses penyidikan lebih lanjut, berdasarkan alat bukti yang cukup dan dalam kurun waktu 1×24 jam sejak penangkapannya. "Yang bersangkutan untuk saat ini masih diamankan ya. Nanti dalam 1×24 jam tentunya akan ditetapkan, ditahan sebagai tersangka, berdasarkan bukti permulaan yang cukup," imbuhnya.

Sejak penemuan jasad FAN, serangkaian tindakan cepat telah diambil pihak kepolisian. Mulai dari menerima laporan, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk identifikasi dan autopsi, hingga memeriksa saksi-saksi yang menemukan atau mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, polisi juga telah mengumpulkan berbagai barang bukti yang diduga memiliki kaitan dengan insiden tragis ini.

Kini, fokus utama kepolisian adalah mengungkap seluruh jaringan pelaku yang terlibat dalam pembunuhan mahasiswi UMM tersebut, memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini