Abcmarathinews.com – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, menyatakan keprihatinannya atas kericuhan yang baru-baru ini terjadi di Aceh Utara. Insiden tersebut melibatkan pengibaran bendera bulan bintang oleh sekelompok warga yang menyuarakan protes terkait penanganan bencana di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh secara khusus menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dan warga sipil, untuk bersatu padu. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan demi fokus pada upaya penanggulangan dampak bencana hidrometeorologi yang terus-menerus melanda wilayah Aceh. Bencana yang telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu ini masih membutuhkan perhatian serius.

"Kepada seluruh pihak, baik TNI, Polri, GAM, maupun masyarakat, kami Pemerintah Aceh sangat menyesalkan kejadian yang berlangsung di Aceh Utara," ungkap Dek Fadh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya saat peringatan tragedi Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, baru-baru ini.
Ia melanjutkan dengan harapan besar agar seluruh komponen masyarakat dapat bersatu dan mempertahankan solidaritas. Tujuannya adalah untuk bahu-membahu membantu para korban banjir di Aceh yang terdampak, di mana bencana ini telah menimbulkan kerugian yang signifikan. Dek Fadh juga sangat berharap agar insiden kericuhan serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Peristiwa yang terjadi di Aceh Utara semalam, mari kita sudahi dengan semangat kebaikan. Niat tulus kita semua adalah untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tengah dilanda musibah," tegas politikus dari Partai Gerindra itu. Ia juga secara khusus meminta agar TNI, Polri, dan GAM dapat menahan diri dari tindakan yang provokatif, serta memusatkan perhatian pada upaya kemanusiaan untuk warga Aceh yang masih berjuang pasca-banjir besar.
"Kami sangat berharap agar TNI dan Polri dapat menunjukkan sikap menahan diri, menghindari arogansi di lapangan. Mari kita pupuk kekompakan, bersatu padu membantu sesama yang sedang menghadapi cobaan bencana ini," imbuhnya. "Sekali lagi, saya memohon kepada seluruh elemen masyarakat Aceh, para relawan yang telah berjuang keras, serta TNI, Polri, dan GAM, marilah kita bersama-sama menjaga kebersamaan," pungkas Dek Fadh.
Sebelumnya, sebuah insiden penertiban gabungan oleh TNI-Polri terjadi di jembatan Krueng Mane, Aceh Utara. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas serta meminta para peserta konvoi untuk turun. Dalam operasi tersebut, bendera bulan bintang yang dibawa oleh warga turut disita. Rekaman video yang sempat viral menunjukkan beberapa anggota TNI membawa senjata laras panjang, dan dilaporkan adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap sejumlah warga.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda, Kolonel T Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan "salah paham" yang kini telah "diselesaikan secara damai." Menurutnya, situasi di Aceh saat ini telah kembali kondusif dan aman. Ia menegaskan bahwa prioritas utama TNI adalah kembali memusatkan perhatian pada misi kemanusiaan, yakni membantu penanggulangan bencana alam.




