Abcmarathinews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil langkah inovatif dengan memaksimalkan jalur sungai sebagai rute utama pengiriman logistik. Ini dilakukan untuk menjangkau desa-desa yang terisolir setelah wilayah tersebut dilanda banjir dan tanah longsor parah. Strategi ini menjadi krusial menyusul rusaknya parah sejumlah ruas jalan darat akibat bencana ekologis.
Kondisi tanah yang berubah menjadi sangat lembek setelah bencana membuat jalur darat sulit dilalui, bahkan mustahil bagi kendaraan berat pengangkut bantuan untuk melintas. Situasi ini mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif yang efektif dan cepat.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menegaskan bahwa pemanfaatan jalur sungai menjadi solusi tercepat agar distribusi bantuan esensial tetap berjalan lancar, terutama ke area-area yang belum bisa diakses melalui darat. "Kami fokus pada jalur sungai untuk memastikan bantuan logistik sampai ke daerah terisolir, sembari terus berupaya memulihkan infrastruktur jalan yang rusak," ujar Armia kepada abcmarathinews.com.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus menggenjot percepatan pemulihan pascabencana. Salah satu prioritas utama adalah membuka kembali akses vital menuju desa-desa yang sebelumnya terputus. Sebagai contoh, jalan menuju Desa Tanjong Geulumpang, Kecamatan Sekerak, kini sudah mulai pulih berkat kerja keras personel Yonzipur Kodam Iskandar Muda.
Selain fokus pada distribusi logistik ke wilayah pinggiran, upaya pembersihan lumpur juga gencar dilakukan di pusat Ibu Kota Kuala Simpang. Pembersihan ini menyasar fasilitas publik krusial seperti rumah sakit, pusat layanan kesehatan, sekolah, jalan protokol, serta kawasan permukiman warga yang terdampak paling parah, demi mengembalikan aktivitas masyarakat secepatnya.
Armia juga menekankan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa bahan pokok, melainkan juga mencakup obat-obatan. "Distribusi bantuan ke daerah terisolir juga mencakup obat-obatan penting. Kami memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, balita, dan lansia, guna memastikan kesehatan mereka tetap terjaga," pungkasnya.




