Abcmarathinews.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya baru-baru ini menyoroti sebuah fenomena yang ia sebut sebagai ‘inflasi pengamat’. Fenomena ini merujuk pada maraknya individu atau kelompok yang menyampaikan pandangan di ruang publik, namun tanpa ditopang oleh latar belakang keahlian yang relevan maupun data yang valid. Pemerintah, tegas Teddy, senantiasa membuka diri terhadap kritik dan masukan, namun dengan penekanan kuat pada urgensi penyampaian yang berlandaskan data dan fakta.
"Saat ini, kita menyaksikan sebuah gejala. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat bermunculan. Ada pengamat beras, padahal latar belakangnya bukan di bidang itu. Ada pengamat militer, pengamat luar negeri, dan seringkali, data yang mereka sajikan tidak sesuai dengan fakta, bahkan keliru," ungkap Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, seperti dilansir abcmarathinews.com.

Teddy menambahkan bahwa sejumlah pengamat kerap menyajikan informasi yang tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Gejala ini, menurutnya, sudah berlangsung jauh sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI, dengan tujuan utama untuk membentuk opini publik.
"Sebagian besar dari para pengamat ini adalah mereka yang sejak dulu memang berupaya memengaruhi warga, membentuk persepsi masyarakat. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden," jelas Teddy, dikutip dari tayangan YouTube Setpres.
Meskipun demikian, Seskab menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap kokoh. "Namun, faktanya apa? Realitanya, lebih dari 96 juta warga justru menaruh kepercayaan pada Pak Prabowo, mengabaikan pandangan para pengamat tersebut. Ini adalah indikator konkret kepercayaan publik, bukan sekadar asumsi belaka," tegasnya.
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa pluralitas pandangan adalah keniscayaan dalam iklim demokrasi. Pemerintah, imbuhnya, tidak alergi kritik, selama kritik tersebut disampaikan secara konstruktif dan tidak menciptakan kegelisahan di tengah masyarakat. "Jadi saya kira wajar kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi pernyataan yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali," ucap Teddy.
Mengakhiri pernyataannya, Teddy menyerukan kepada seluruh komponen bangsa, termasuk rekan-rekan pers, agar bersama-sama memelihara optimisme dan menumbuhkan harapan positif terhadap masa depan bangsa. Seskab menegaskan dedikasi pemerintah untuk senantiasa berbenah dan mengoptimalkan kinerja, dengan tetap membuka lebar pintu kritik dan saran dari masyarakat. "Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini," kata Seskab. "Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin," pungkasnya.




