Ribuan Warga Terjebak Banjir Tangerang Meluas

Ribuan Warga Terjebak Banjir Tangerang Meluas

Abcmarathinews.com – Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang kini dilaporkan semakin menyebar luas, menggenangi setidaknya 40 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Situasi ini menyebabkan sekitar 9.000 Kepala Keluarga (KK) harus menghadapi dampak langsung dari genangan air. Informasi terkini ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi, yang telah mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa waktu lalu. "Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 80 sentimeter, tergantung pada karakteristik masing-masing wilayah yang terdampak," ujar Taufik, memberikan gambaran mengenai kondisi lapangan.

Ribuan Warga Terjebak Banjir Tangerang Meluas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wilayah-wilayah yang kini terendam banjir mencakup Kelapa Dua, Tigaraksa, Rajeg, Kronjo, Pasar Kemis, Sepatan, Kresek, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Gunung Kaler, Pakuhaji, Sukamulya, Kosambi, Balaraja, dan Pagedangan. Taufik secara khusus menyoroti bahwa titik genangan paling dalam terpantau di Kecamatan Rajeg dan Pasar Kemis, yang memerlukan perhatian ekstra dalam penanganan.

Menyikapi meluasnya dampak ini, petugas BPBD saat ini masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di dalam rumah mereka. Sebanyak 40 perahu karet telah diturunkan untuk mempercepat proses penyelamatan di berbagai lokasi banjir. Selain itu, BPBD juga telah mempersiapkan tenda pleton. "Tenda ini siap digunakan jika diperlukan sebagai posko pengungsian, dapur umum, atau fasilitas darurat lainnya," kata Taufik.

Meskipun di beberapa titik genangan air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, BPBD Kabupaten Tangerang tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi meluasnya banjir masih menjadi ancaman serius mengingat prakiraan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. "Syukurlah, aliran sungai di wilayah kami relatif aman dari luapan, namun kami tidak lengah dan terus memantau situasi secara ketat," pungkas Taufik, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini