Riau Terancam Asap Ratusan Titik Panas Mengkhawatirkan

Riau Terancam Asap Ratusan Titik Panas Mengkhawatirkan

Abcmarathinews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis data yang menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 213 titik panas terdeteksi di Provinsi Riau. Angka ini memicu kekhawatiran serius terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 91 titik.

Anggun R, Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, merinci sebaran titik-titik api tersebut. Selain Bengkalis yang mendominasi, Kabupaten Pelalawan mencatat 76 titik, disusul Indragiri Hilir dengan 22 titik. Indragiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing menyumbang 11 titik, sementara Siak dan Rokan Hilir masing-masing terdeteksi satu titik. Data ini merupakan pembaruan terkini yang dirilis pada pagi hari.

Riau Terancam Asap Ratusan Titik Panas Mengkhawatirkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Keberadaan ratusan titik panas ini mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan yang telah menyebabkan kabut asap di beberapa wilayah. Di Pelalawan, jarak pandang dilaporkan sangat terbatas, hanya sekitar 5 kilometer, sementara di Kampar terpantau 6 kilometer. Kondisi ini tentu saja mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, terdeteksi 350 titik panas, dengan Provinsi Riau memimpin daftar tersebut. Provinsi lain yang juga mencatat titik panas signifikan meliputi Kepulauan Riau dengan 52 titik, Sumatera Utara (37), Sumatera Barat (14), Jambi (11), Sumatera Selatan (7), Bengkulu (6), Bangka Belitung (5), dan Aceh (4).

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini terus berjibaku di lapangan. Mereka berjuang memadamkan karhutla yang telah melahap ratusan hektare lahan dan tersebar di berbagai lokasi di Provinsi Riau.

Berdasarkan data operasional tim di lapangan, beberapa titik kebakaran menunjukkan luasan yang sangat signifikan. Di Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, estimasi lahan yang terbakar mencapai 53,3 hektare. Kebakaran besar lainnya terpantau di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak, dengan luas sekitar 22 hektare. Situasi serupa juga terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti (Pelalawan) dengan 20 hektare lahan terbakar, serta Desa Talang Jerinjing (Indragiri Hulu) yang mencatat 15 hektare lahan terdampak. Perjuangan memadamkan api masih terus berlanjut demi mencegah dampak yang lebih parah.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini