Abcmarathinews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara mengejutkan melontarkan gagasan mengenai potensi pemotongan gaji bagi para anggota kabinet dan parlemen. Usulan ini muncul di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, khususnya imbas konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu gejolak ekonomi. Prabowo menyoroti langkah serupa yang telah diambil oleh Pakistan sebagai contoh konkret.
Dalam sidang kabinet di Istana Negara, Prabowo menjelaskan bahwa hasil penghematan dari pemangkasan gaji tersebut dapat dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan menghadapi dampak ekonomi. "Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR," ujar Prabowo, mengutip kebijakan yang diterapkan di Pakistan.

Selain isu pemotongan gaji, Kepala Negara juga menyerukan pentingnya penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh seluruh pihak. Seruan ini tidak lepas dari lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan energi global.
Menariknya, Prabowo kembali merujuk pada serangkaian kebijakan drastis yang telah diimplementasikan oleh Pakistan untuk menghadapi krisis. Salah satunya adalah kebijakan bekerja dari rumah (work from home) yang diterapkan untuk 50 persen pegawai di seluruh kantor pemerintahan maupun swasta. "Kemudian hari kerja mereka potong hanya jadi 4 hari," imbuhnya, menggambarkan efisiensi yang dicapai.
Tidak hanya itu, Pakistan juga melakukan pemangkasan signifikan terhadap alokasi BBM untuk semua kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan. Kebijakan lain yang tak kalah ketat adalah penghentian total belanja kendaraan dan mebel dari seluruh lembaga pemerintahan untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Langkah-langkah penghematan lainnya termasuk penghentian semua kunjungan ke luar negeri yang menggunakan dana pemerintah, serta larangan penggunaan dana negara untuk acara-acara yang bersifat pesta atau seremonial berlebihan. Bahkan, lembaga pendidikan tinggi di sana diinstruksikan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, sebagai bagian dari upaya efisiensi menyeluruh.
Prabowo menegaskan bahwa berbagai kebijakan dari Pakistan tersebut hanyalah "contoh" yang patut dikaji secara mendalam. "Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa kaji masalah ini, saya kira kita juga harus upayakan bahwa kita lakukan penghematan," pungkasnya, mengisyaratkan bahwa Indonesia juga perlu mempertimbangkan langkah-langkah serupa demi menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.




