Prabowo Ungkap Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Prabowo Ungkap Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Abcmarathinews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyoroti esensi kerukunan antar pemimpin sebagai fondasi krusial bagi stabilitas dan kemajuan sebuah bangsa. Dalam sebuah acara besar yang memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Prabowo menegaskan bahwa kekuatan suatu komunitas atau negara sangat bergantung pada harmoni yang terjalin di antara para elite dan tokoh masyarakatnya.

Berbicara di hadapan para ulama dan keluarga besar NU pada Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Prabowo memuji peran NU yang selalu menjadi teladan dalam menjaga persatuan. "NU selalu memberi contoh. NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan. Dan memang itulah pelajaran sejarah. Tidak ada bangsa yang kuat. Tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun," ujar Prabowo, menggarisbawahi pelajaran historis yang tak terbantahkan.

Prabowo Ungkap Kunci Utama Kemajuan Bangsa
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengakui bahwa dalam sistem demokrasi, perbedaan pendapat atau persaingan adalah hal yang lumrah. Namun, ia mengingatkan agar dinamika tersebut tidak sampai mengorbankan kepentingan nasional yang lebih besar. "Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan," tegasnya.

Prabowo juga secara lugas mengaitkan eratnya kerukunan pemimpin dengan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, kemakmuran mustahil tercapai jika suatu bangsa terus-menerus dilanda konflik dan perpecahan. Ia menekankan bahwa perdamaian di antara para pemimpin, baik dari sektor politik, ekonomi, maupun intelektual, merupakan prasyarat mutlak untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. "Sejarah manusia mengajarkan kepada kita tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Tidak mungkin ada perdamaian kalau pemimpin-pemimpinnya tidak bersatu, tidak rukun, tidak kompak," paparnya.

Lebih jauh, Prabowo menyerukan agar para pemimpin bangsa menjauhkan diri dari perasaan benci, dendam, dan kebiasaan mencari-cari kesalahan pihak lain. Mengutip filosofi Jawa ‘Mikul Dhuwur Mendhem Jero’, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan musyawarah demi mencapai mufakat bersama. "Tidak boleh pemimpin punya dendam. Tidak boleh pemimpin punya rasa benci. Tidak boleh pemimpin punya rasa dengki. Berbeda tidak masalah. Sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan. Musyawarah untuk mufakat itu kepribadian bangsa Indonesia," pungkasnya, menegaskan kembali nilai-nilai luhur bangsa.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini