Penebang Liar Pengalengan Terancam Dibui!

Penebang Liar Pengalengan Terancam Dibui!

Abcmarathinews.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dengan tegas meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku penebangan liar di kawasan Pengalengan yang diduga kuat menjadi penyebab utama banjir bandang. Desakan ini disampaikan saat Kang DS mengunjungi lahan PT Perkebunan PTPN I Regional 2 Malabar Bojong Waru, Pangalengan, beberapa waktu lalu.

Kang DS menekankan bahwa Pengalengan memiliki potensi wisata dan kekayaan alam yang luar biasa, sehingga seluruh pihak harus bahu-membahu menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan warga. "Sudah terjadi penebangan pohon teh yang menyebabkan banjir bandang. Kami bergerak cepat agar kejadian ini tidak terulang," tegasnya.

 Penebang Liar Pengalengan Terancam Dibui!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bupati juga telah berkoordinasi dengan Kapolresta Bandung untuk mengambil langkah hukum terhadap para pelaku. Pemerintah daerah, bersama Gubernur Jawa Barat, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Malabar, dan jajaran Forkopimda, berencana melakukan penanaman kembali di lahan-lahan yang rusak. "Pak Gubernur sudah memberikan instruksi bahwa lahan-lahan yang rusak akan dilakukan penanaman ulang," imbuhnya.

Kang DS mengimbau warga Pengalengan untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akan merugikan masyarakat sekitar. "Kalau lingkungan rusak, banjir dan ancaman terhadap warga pasti terjadi. Karena itu, saya mohon kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan ini," pintanya.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi terkait insiden banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurut data pemerintah daerah, luas lahan yang rusak akibat penebangan ilegal mencapai sekitar 150 hektare. "Kami sudah mengidentifikasi para pelaku penebangan dan akan terus mengejar aktor utamanya. Kami mengajak masyarakat bersama pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir maupun longsor," pungkasnya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini