Abcmarathinews.com – Kepolisian terus mengintensifkan penyelidikan terkait motif di balik pembunuhan seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma berinisial NH (31). Kasus yang menggegerkan publik ini masih menyimpan misteri mendalam mengenai alasan di balik aksi keji tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa tim penyidik sedang mendalami hubungan antara korban dan pelaku serta motif sebenarnya. "Terkait tentang hubungan ataupun motif, ini dalam proses pendalaman dari teman-teman penyidik. Nanti kami akan sampaikan," ujarnya kepada awak media. Dalam kasus ini, dua orang terduga pelaku telah berhasil diamankan. Mereka adalah A, yang ditangkap di wilayah Sukabumi, dan AA, yang diringkus di Cianjur.

Kedua terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Proses pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap detail kronologi serta motif di balik pembunuhan tragis tersebut.
Sebelumnya, jasad NH (31) ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Penemuan mengejutkan ini terjadi pada Rabu (4/2), saat korban ditemukan dalam kondisi tertutup selimut.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, SR. Kecurigaan SR muncul setelah NH tidak masuk kerja sejak Senin (2/2) dan ponselnya tidak dapat dihubungi. Merasa khawatir, SR memutuskan untuk mengecek langsung ke rumah kontrakan korban.
Setibanya di lokasi, SR mendapati pintu rumah kontrakan korban terkunci rapat. Ia kemudian berinisiatif menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci cadangan. Setelah pintu berhasil dibuka, pemandangan pilu pun terungkap: NH sudah terbaring tak bernyawa di bawah selimut. (abcmarathinews.com/dal)




