Abcmarathinews.com – Langit malam di berbagai penjuru negeri kembali dihiasi pendaran cahaya obor yang memukau, menandai dimulainya momen sakral menyambut bulan suci Ramadan. Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan, membawa obor-obor tradisional dalam sebuah pawai yang tak hanya meriah, namun juga sarat makna spiritual dan kebersamaan.
Dari kota hingga pelosok desa, pemandangan magis ini menjadi tradisi turun-temurun yang selalu dinanti. Nyala api obor yang menari-nari, memantulkan bayangan di wajah-wajah penuh suka cita, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat. Suara takbir dan shalawat menggema, berpadu dengan riuh rendah langkah kaki para peserta pawai, mengiringi perjalanan spiritual menuju bulan penuh berkah. Anak-anak hingga orang dewasa, semua larut dalam euforia menyambut datangnya Ramadan, bulan ampunan dan keberkahan.

Pawai obor ini bukan sekadar arak-arakan biasa. Ia adalah simbol penerangan hati, semangat persatuan, dan penanda kesiapan umat Muslim dalam menyambut Ramadan. Tradisi ini diyakini sebagai cara untuk membersihkan diri dan lingkungan dari hal-hal negatif, sekaligus menyalakan kembali semangat keimanan sebelum memasuki fase ibadah puasa. Generasi muda turut aktif berpartisipasi, memastikan warisan budaya yang kaya ini terus lestari dan relevan di tengah modernisasi.
Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antarwarga. Senyum dan sapaan hangat terlihat di mana-mana, mencerminkan kerukunan yang menjadi pilar utama masyarakat. Abcmarathinews.com mengabadikan momen-momen indah ini, menunjukkan betapa antusiasnya masyarakat dalam menyambut Ramadan dengan penuh suka cita dan harapan. Semoga semangat yang terpancar dari pendaran obor ini dapat terus menyala sepanjang bulan suci, membawa berkah dan kedamaian bagi semua umat.




