Misteri Penyerangan KontraS Polri Buru Pelaku

Misteri Penyerangan KontraS Polri Buru Pelaku

Abcmarathinews.com – Aparat kepolisian telah bergerak cepat dalam mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian kini menjadi fokus utama analisis penyidik, seiring dengan pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti digital lainnya. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan komitmen pihaknya untuk segera mengidentifikasi pelaku.

"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk rekaman CCTV, sedang dalam tahap analisis mendalam. Kami berharap ini akan segera mengarah pada identifikasi pelaku," ungkap Irjen Isir dalam konferensi pers di Jakarta. Sejauh ini, dua saksi kunci yang berada di lokasi dan turut menolong korban telah dimintai keterangan awal. Jumlah saksi yang akan diperiksa diperkirakan akan terus bertambah seiring perkembangan penyelidikan.

Misteri Penyerangan KontraS Polri Buru Pelaku
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Untuk mengetahui secara pasti kondisi korban, penyidik juga telah meminta hasil visum et repertum awal. Dari pemeriksaan medis, diketahui Andrie Yunus mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, meliputi area dada, wajah, dan kedua tangannya.

Kasus ini mendapat atensi khusus dari pucuk pimpinan Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas insiden keji ini. "Seluruh personel penyidik akan bekerja serius dan bersungguh-sungguh untuk mengungkap perkara ini hingga terang benderang, serta menangkap pelakunya, siapa pun dia," tegas Kapolri, menunjukkan komitmen penuh institusi.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk tidak ragu melapor kepada penyidik, dengan jaminan perlindungan penuh. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan Andrie Yunus, yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit, agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta melanjutkan aktivitasnya," pungkasnya.

Peristiwa tragis ini menimpa Andrie Yunus di kawasan Jakarta Pusat. Menurut Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, serangan terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast bertajuk ‘Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia’ di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Andrie mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang menyebabkan luka serius di sekujur tubuhnya, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata," jelas Dimas dalam keterangan tertulisnya. Andrie segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia menderita luka bakar serius hingga 24 persen.

Dimas merinci kronologi kejadian, di mana Andrie sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat. Tiba-tiba, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor matic Honda Beat (diduga keluaran tahun 2016-2021) mendekat dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang). "Pelaku terdiri dari dua pria yang beraksi menggunakan satu motor, dengan peran masing-masing sebagai pengemudi dan penumpang," imbuhnya.

Ciri-ciri terduga pelaku pertama digambarkan mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap mirip jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua, yang bertindak sebagai penumpang, menggunakan penutup wajah atau masker ‘buff’ hitam yang menutupi separuh wajahnya, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat pendek, juga diduga berbahan jeans. "Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie, mengenai sebagian tubuhnya. Akibat serangan mendadak itu, korban berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya," pungkas Dimas.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini