Abcmarathinews.com – Di tengah semarak bulan Ramadan, pemandangan unik kembali menghiasi bantaran Sungai Cisadane di Kota Tangerang. Warga setempat, yang sebelumnya sempat menghentikan aktivitas mencari ikan akibat pencemaran limbah kimia, kini terlihat kembali memadati tepi sungai. Mereka memanfaatkan momen ngabuburit untuk memancing, seolah tak lagi gentar dengan isu cemaran yang pernah melanda.
Beberapa waktu lalu, Sungai Cisadane menjadi sorotan setelah diduga tercemar limbah pestisida. Insiden ini disebut-sebut berasal dari kebakaran gudang penyimpanan di wilayah Tangerang Selatan. Dampaknya cukup parah; banyak ikan ditemukan dalam kondisi mabuk bahkan mati, memaksa warga untuk menghentikan sementara kegiatan memancing yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.

Namun, kini suasana berubah. Setelah serangkaian banjir dan pergantian debit air yang signifikan, termasuk pasokan air dari Bendung Batu Belah di Bogor, warga meyakini kondisi air sungai telah membaik secara drastis. Optimisme ini mendorong mereka untuk kembali menjajal peruntungan dengan alat pancing sederhana, berharap tangkapan yang aman dan melimpah.
Mpe, seorang warga Kedaung Wetan, dengan bangga menunjukkan hasil tangkapannya. "Dapat tiga ikan mujaer ukuran lumayan besar," ujarnya sembari tersenyum. Ia berencana menggoreng ikan-ikan tersebut untuk hidangan berbuka puasa bersama keluarga. "Sekarang sudah jauh lebih baik, setelah beberapa kali banjir airnya naik dan limbahnya terasa berkurang," tambahnya, menggambarkan keyakinannya akan pemulihan sungai.
Senada dengan Mpe, Mang Ncim dari Babakan mengaku hampir setiap hari memancing. Meskipun hasilnya tak selalu banyak, ia merasakan perbedaan signifikan pada ukuran ikan yang didapat. "Ikan-ikannya sekarang sudah besar-besar, airnya juga stabil setelah dua kali banjir. Cocok buat dimasak di rumah," kata Mang Ncim. Anwar, warga lainnya, juga mengamini. "Sekarang sudah bagus, tidak seperti kemarin-kemarin. Alhamdulillah dapat buat digoreng dan dimakan di rumah, ikannya tidak mabuk lagi," ungkapnya lega.
Harapan besar kini disematkan pada Sungai Cisadane. Warga berharap kualitas air yang membaik ini dapat mengembalikan ekosistem sungai seperti sedia kala, memastikan ikan-ikan yang ditangkap aman untuk dikonsumsi dan keberlanjutan tradisi memancing.
Kendati demikian, pihak berwenang masih bersikap hati-hati. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyatakan bahwa mereka masih menanti hasil uji laboratorium kualitas air Sungai Cisadane yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Hasil uji ini krusial untuk secara ilmiah memastikan bahwa kondisi perairan benar-benar telah pulih sepenuhnya dan aman bagi kehidupan di dalamnya serta masyarakat sekitar.




