Abcmarathinews.com – Kobaran api dahsyat melahap Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Namlea di Kabupaten Buru, Maluku, menyisakan puing dan abu dari sembilan ruang kelas serta seluruh aset berharga. Insiden yang terjadi saat sekolah dalam kondisi libur Paskah ini memang tidak menelan korban jiwa, namun kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai angka fantastis.
Sekitar pukul 09.00 WIT, kepulan asap tebal dan kobaran api mulai terlihat membubung dari kompleks sekolah yang beralamat di Jalan Bunga Cengkeh, Desa Namlea tersebut. Kengerian segera menyelimuti warga sekitar yang sontak berhamburan, berupaya memadamkan si jago merah dengan peralatan seadanya. Namun, embusan angin yang cukup kencang menjadi tantangan berat, membuat api semakin beringas dan melahap bangunan dengan cepat, menggagalkan setiap usaha awal warga.

Kesaksian dramatis datang dari Farist, seorang warga yang kebetulan melintas dari arah pasar sekitar pukul 09.05 WIT. Ia mengaku melihat api pertama kali berkobar dari ruang kepala sekolah. Tanpa pikir panjang, Farist menyetop sepeda motornya, melompati pagar sekolah yang terkunci, dan bergegas menghidupkan keran air. Namun, upayanya menyiram titik api dengan selang kecil tak membuahkan hasil signifikan. Bahkan, saat mencoba mematikan sekring listrik di dinding, percikan api justru muncul, menambah ketegangan. Menyadari keterbatasan, Farist segera melapor ke Kantor Satpol PP terdekat.
Respon cepat pun ditunjukkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang langsung mengerahkan satu unit armadanya setelah menerima informasi. Dibantu oleh personel Polsek Namlea, tim gabungan berhasil menjinakkan amukan si jago merah dalam waktu kurang dari 40 menit. Namun, kerusakan yang ditimbulkan sudah terlanjur parah.
Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan, mengungkapkan bahwa total sembilan ruangan hangus terbakar, meliputi ruang kepala sekolah dan delapan ruang kelas. Bukan hanya itu, seluruh aset vital sekolah seperti komputer, dua belas unit laptop, satu televisi, delapan puluh tablet, bahkan ijazah-ijazah siswa yang tersimpan di kantor pun tak luput dari keganasan api, musnah menjadi abu.
Menurut Iptu Charles Langitan, penyelidikan awal mengarah pada dugaan arus pendek listrik sebagai pemicu kebakaran, dengan titik awal api diperkirakan berasal dari ruang guru. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, mengingat sekolah sedang dalam masa libur Paskah, sehingga tidak ada aktivitas belajar mengajar. Meskipun demikian, musnahnya fasilitas dan dokumen penting ini tentu menjadi pukulan telak bagi proses pendidikan di SD Negeri 1 Namlea.




