Abcmarathinews.com – Biro Barang Milik Negara (BMN) Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) gencar melakukan pemantauan aset di Pulau Nusakambangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi lahan milik negara agar lebih produktif dan bernilai guna.
Jayanta Surbakti, Kepala Biro BMN, mengungkapkan bahwa Nusakambangan menjadi proyek percontohan dalam mengubah lahan tidur menjadi sumber daya yang bermanfaat. Fokus utama adalah mengoptimalkan lahan BMN untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, dengan melibatkan Warga Binaan dalam prosesnya.

"Kegiatan ini sangat strategis karena memberikan masukan berharga dalam merumuskan kebijakan pemanfaatan lahan idle di lingkungan Kemenimipas. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenimipas lainnya dapat meniru model pemanfaatan BMN ini," jelas Jayanta.
Dalam peninjauan tersebut, beberapa lokasi strategis menjadi sorotan, termasuk peternakan sapi PAT Farm Nusakambangan, budidaya udang vaname di Lapas Pasir Putih, dan peternakan domba Garut di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan. Selain itu, Lapas Terbuka Nusakambangan dengan program usaha peternakan bebek petelur, ayam petelur, pertanian padi, dan budidaya ikan juga turut diperiksa.
Jayanta menekankan pentingnya upaya sistematis untuk memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan. Sinergi dan kolaborasi yang kuat antarunit Kemenimipas, kementerian/lembaga terkait, serta Pemerintah Daerah menjadi kunci keberhasilan. Tujuannya adalah memastikan aset BMN Kemenimipas dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk fungsi utama, tetapi juga program prioritas pemerintah seperti ketahanan pangan.
Saat ini, Biro BMN juga tengah mengembangkan aplikasi STAR-BMN untuk mendukung akuntabilitas dan kemudahan akses. Aplikasi ini akan menjadi alat monitoring, pengawasan, dan pengendalian penggunaan BMN secara digital. Jayanta menegaskan komitmen Biro BMN untuk memastikan seluruh aset Kemenimipas dikelola secara tertib, efisien, dan bernilai guna tinggi.




