Abcmarathinews.com – Istana Kepresidenan secara tegas membantah kabar yang beredar luas mengenai pengiriman Surat Presiden (Supres) tentang pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan pernyataan ini kepada awak media untuk meluruskan informasi yang simpang siur.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kabar mengenai Supres pergantian Kapolri yang dikirimkan ke DPR adalah tidak benar. Bantahan ini sekaligus menguatkan pernyataan dari pimpinan DPR yang sebelumnya juga menyatakan belum menerima surat tersebut. Isu pergantian Kapolri mencuat di tengah gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia belakangan ini.

Gelombang demonstrasi tersebut, yang diwarnai dengan kericuhan hingga menimbulkan korban jiwa, memicu berbagai spekulasi mengenai evaluasi dan reformasi di tubuh kepolisian. Komnas HAM mencatat adanya sejumlah korban meninggal dunia selama rangkaian aksi demonstrasi tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan membentuk tim reformasi kepolisian sebagai respons terhadap demonstrasi yang berujung ricuh pada bulan Agustus lalu. Rencana ini disampaikan oleh Pendeta Gomar Gultom setelah Gerakan Nurani Bangsa berdialog dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta. Gomar menyampaikan bahwa Presiden menyambut baik usulan evaluasi dan reformasi kepolisian, serta akan segera membentuk tim atau komisi untuk tujuan tersebut.




