Abcmarathinews.com – Istana Kepresidenan Jakarta menjadi pusat perhatian ketika Presiden RI Prabowo Subianto menggelar jamuan buka puasa bersama yang dihadiri oleh deretan tokoh agama Islam terkemuka, pimpinan organisasi masyarakat, dan para pengasuh pondok pesantren. Pertemuan yang sarat makna ini mempertemukan berbagai spektrum ulama dan cendekiawan Muslim di satu meja, memicu berbagai spekulasi mengenai agenda penting yang mungkin dibahas.
Berdasarkan pengamatan abcmarathinews.com di lokasi, para tamu kehormatan mulai memadati area Istana menjelang waktu berbuka puasa. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menjadi sosok pertama yang tiba, disusul tak lama kemudian oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, yang datang sekitar pukul 16.00 WIB bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Keduanya tampil bersahaja dengan busana batik. Setelah itu, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Miftahul Achyar turut hadir. Menjelang petang, sekitar pukul 18.00 WIB, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf juga terlihat memasuki kompleks Istana. Tak ketinggalan, dua nama yang sangat dikenal publik, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya (Yahya Zainul Ma’arif), serta pendakwah kondang Dedeh Rosidah atau yang akrab disapa Mamah Dedeh, turut memeriahkan suasana.

Undangan ini memang sengaja diselenggarakan bertepatan dengan momen berbuka puasa, sebagai ajang silaturahmi antara Presiden dengan para pemimpin umat. Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah mengonfirmasi adanya agenda ini, namun ia sendiri menyatakan belum mendapatkan informasi detail mengenai pokok bahasan spesifik. Menurutnya, pertemuan tersebut lebih merupakan ajang keakraban dan tukar sapa biasa antar tokoh.
Namun, di balik nuansa kebersamaan, Ketua MPR Ahmad Muzani memberikan sedikit bocoran mengenai kemungkinan adanya diskusi yang lebih substansial. Muzani mengisyaratkan bahwa Presiden Prabowo mungkin akan meminta masukan dan pandangan dari para ulama terkait posisi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Ia menekankan bahwa Prabowo adalah sosok yang sangat terbuka terhadap berbagai pemikiran dan perspektif dari semua kalangan. "Ini adalah bagian dari upaya Presiden untuk menyerap aspirasi dan pandangan luas, sekaligus beliau juga akan menyampaikan visi dan cara pandangnya terkait isu penting seperti Board of Peace," jelas Muzani, menggarisbawahi pentingnya dialog ini bagi arah kebijakan luar negeri Indonesia.




