Abcmarathinews.com – Operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kini telah memasuki hari kesepuluh. Hingga Senin sore, tepatnya pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 83 body pack dari lokasi kejadian.
Pada hari kesepuluh pencarian ini, tim SAR gabungan menemukan tujuh body pack baru yang tersebar di beberapa sektor. Satu body pack berhasil dievakuasi dari area kerja A2, satu dari area kerja A3, dan lima lainnya ditemukan di area kerja B2. Penemuan ini menambah jumlah kumulatif body pack yang berhasil diangkat sejak hari pertama insiden.

Kepala SAR Kota Bandung, Ade Dian, mengungkapkan bahwa jumlah body pack yang ditemukan secara kumulatif mencapai 83. "Temuan hari ini menunjukkan bahwa strategi pencarian yang kami terapkan masih efektif. Secara kumulatif hingga sore ini, total body pack yang berhasil dievakuasi sebanyak 83," jelas Ade Dian kepada abcmarathinews.com.
Menariknya, jumlah body pack yang dievakuasi ini melebihi data awal korban yang tercantum dalam daftar pencarian. Ade Dian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI), ada kondisi di mana satu identitas korban bisa terdiri dari lebih dari satu body pack. "Jumlah body pack memang melebihi data pencarian, namun dari hasil identifikasi DVI terdapat body pack yang berisi lebih dari satu bagian tubuh dengan identitas tunggal, sehingga hal ini memungkinkan jumlah body pack lebih banyak dari data korban," terangnya.
Tim DVI sendiri telah melakukan identifikasi terhadap 63 body pack yang ditemukan. Dari jumlah tersebut, 61 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 20 body pack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan.
Dari 61 korban yang teridentifikasi, sebanyak 45 korban cocok dengan daftar pencarian awal yang berjumlah 80 orang. Namun, ada dua korban yang teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, yaitu atas nama Kayla dan Albiansah. Keduanya diduga merupakan tamu yang sedang menginap di lokasi saat bencana longsor terjadi. "Ada dua korban yang teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, atas nama Kayla dan Albiansah. Berdasarkan laporan aparat setempat, keduanya diduga merupakan tamu yang menginap saat kejadian," kata Ade Dian.
Selain itu, terdapat 14 korban lain yang juga telah teridentifikasi namun namanya tidak termasuk dalam daftar 80 korban pencarian. Dengan kondisi ini, hingga saat ini masih ada 35 korban yang identitasnya belum dapat dipastikan. Dari angka tersebut, 20 korban telah ditemukan dalam bentuk body pack dan sedang dalam proses identifikasi oleh tim DVI.
Menyikapi perkembangan ini, SMC telah berkoordinasi dengan Incident Commander dan perwakilan DVI. Atas arahan penuh Kepala Basarnas selaku SAR Coordinator, diputuskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir. "Operasi pencarian akan tetap dilanjutkan sampai masa tanggap darurat selesai. Namun daftar pencarian tidak lagi menjadi target absolut, melainkan digunakan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi," tegas Ade Dian.
Di lapangan, tim SAR gabungan masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah keberadaan korban yang terhimpit oleh bebatuan besar, yang menuntut upaya ekstra untuk proses evakuasi. "Tidak semua korban dapat ditemukan dengan mudah. Ada korban yang terhimpit bebatuan besar, sehingga tim di lapangan harus bekerja keras untuk menggeser atau mengangkat batu sebelum melakukan evakuasi," jelasnya.
Untuk operasi selanjutnya, tim SAR gabungan akan kembali menyisir sektor-sektor pencarian yang telah direncanakan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.




