Abcmarathinews.com – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkait skandal penipuan modus penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang semakin meruncing. Indikasi kuat menunjukkan keterlibatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif dan bahkan seorang mantan ASN dalam praktik culas ini, memicu penyelidikan mendalam dari berbagai pihak.
Achmad Washil, Sekretaris Daerah Gresik, mengungkapkan kepada abcmarathinews.com bahwa dugaan keterlibatan dua individu ini menjadi titik sentral penelusuran internal pemerintah daerah. Hasil investigasi awal tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Lebih lanjut, Washil menjelaskan bahwa salah satu terduga pelaku yang berstatus ASN nonaktif bukanlah nama baru dalam lingkaran pelanggaran. Individu tersebut, menurut catatan Pemkab, pernah terseret kasus serupa di masa lalu, yakni memasukkan tenaga honorer tanpa prosedur yang sah, hingga berujung pada sanksi berat berupa pemberhentian dari jabatannya.
Sementara itu, jumlah korban penipuan ini dilaporkan terus bertambah, menambah daftar panjang individu yang tergiur janji manis menjadi abdi negara. Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik telah secara resmi melayangkan laporan ke kepolisian pada Jumat lalu, menandai langkah serius pemerintah daerah dalam memberantas praktik ilegal ini.
Para pelaku diduga memanfaatkan celah formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tidak terisi, menawarkan ‘jalan pintas’ kepada para korban untuk diangkat menjadi ASN. Sebagai imbalannya, sejumlah uang dengan nilai bervariasi, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah per orang, diminta dari setiap calon korban yang berharap bisa lolos tanpa prosedur resmi. Kasus ini menjadi sorotan tajam, tidak hanya karena melibatkan pejabat internal, tetapi juga karena merusak kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen ASN yang seharusnya transparan dan akuntabel. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap seluruh jaringan dan membawa para pelaku ke meja hijau.




