Geger Stafsus Gubernur Sulut Dipecat Karena Pelecehan

Geger Stafsus Gubernur Sulut Dipecat Karena Pelecehan

Abcmarathinews.com – Dunia pemerintahan Sulawesi Utara digegerkan oleh laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama seorang staf khusus Gubernur Sulut berinisial DD. Ia dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang wanita muda berinisial CL (23) di sebuah rumah makan di Kota Manado.

Menurut informasi yang dihimpun abcmarathinews.com, insiden memalukan ini terjadi di salah satu rumah makan pada Sabtu pagi. Oknum staf khusus Gubernur, inisial DD, diduga kuat menyentuh bagian tubuh sensitif korban. Tak tinggal diam, CL langsung merespons dengan menyiram air ke kepala DD sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Manado.

Geger Stafsus Gubernur Sulut Dipecat Karena Pelecehan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan mendalam. "Iya, sementara penyelidikan," ujar AKP Elwin kepada abcmarathinews.com. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban, untuk mengumpulkan bukti-bukti. Namun, terlapor DD belum dimintai keterangan resmi.

"Stafsus masih belum, karena kita masih mau panggil saksi-saksi dulu. Terus saksi, baru kita panggil si Stafsusnya," jelas AKP Elwin, mengindikasikan tahapan proses hukum yang sedang berjalan.

Menyikapi serius dugaan pelecehan ini, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, langsung mengambil tindakan tegas. DD secara resmi telah diberhentikan dari jabatannya sebagai staf khusus. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut, Denny Mangala.

Denny Mangala menegaskan bahwa peristiwa ini murni merupakan perbuatan pribadi DD dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan institusi Gubernur Sulut atau pemerintahan provinsi. "Peristiwa ini murni pribadi dan tidak elok dikaitkan dengan pimpinan," jelas Denny. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut sepenuhnya menghormati proses hukum yang berjalan di kepolisian dan menjamin tidak akan ada intervensi dalam bentuk apapun untuk memastikan keadilan ditegakkan.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini masih terus bergulir di meja kepolisian, menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di baliknya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini