Abcmarathinews.com – Sebuah pemandangan tak lazim dan menghebohkan terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, saat sekelompok ibu-ibu dengan tegas menghentikan prosesi pemakaman seorang jenazah. Alasan di balik aksi tak terduga ini adalah klaim utang piutang senilai ratusan juta rupiah yang disebut-sebut belum dilunasi almarhumah semasa hidupnya.
Momen dramatis tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, memperlihatkan suasana duka yang mendadak berubah tegang. Di tengah khotbah kiai yang sedang memimpin prosesi, dua orang perempuan mendekat dan dengan berani menyela, meminta izin untuk menyampaikan perihal tanggungan utang almarhumah. Dengan lugas, mereka merinci bahwa almarhumah memiliki utang sekitar 25 gram emas dan uang tunai Rp15 juta, yang jika ditotal diperkirakan mencapai Rp215 juta.

"Maaf, jangan dikuburkan sebelum ada yang bertanggung jawab, baik itu anaknya, suaminya, maupun saudaranya. Jangan dikuburkan meskipun sampai tujuh turunan," demikian salah satu ibu-ibu itu berucap, sebagaimana dikutip dari rekaman video yang beredar. Mereka mengaku terpaksa melakukan tindakan ekstrem ini di tengah suasana duka lantaran pihak keluarga almarhumah atau ahli waris dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas kewajiban tersebut.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi kebenaran insiden yang mengejutkan ini. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi di Desa Ragung, Kecamatan Pengarengan, Sampang. Jenazah yang menjadi pusat perselisihan adalah seorang perempuan berinisial SM, berusia 46 tahun.
Setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang dan alot antara kedua belah pihak, akhirnya titik terang tercapai. Pihak keluarga almarhumah menyatakan kesediaan mereka untuk bertanggung jawab penuh atas tanggungan utang tersebut. Dengan adanya kesepakatan ini, jenazah SM akhirnya dapat dimakamkan dengan aman dan lancar, mengakhiri ketegangan yang sempat menyelimuti prosesi pemakaman tersebut.




