Abcmarathinews.com – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah Sumatra yang terdampak parah oleh banjir dan longsor dipastikan akan tetap dimulai pada tanggal 5 Januari. Keputusan tegas ini datang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang menekankan bahwa pendidikan harus terus berjalan meskipun di tengah tantangan berat akibat bencana alam.
Pratikno menjelaskan, meskipun tanggal dimulainya KBM serentak, pelaksanaannya akan sangat bervariasi di setiap daerah, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan dampak yang dialami. "Intinya pembelajaran mulai 5 Januari akan tetap dilaksanakan, tapi memang pelaksanaannya berbeda setiap daerah sesuai dengan dampaknya," ujar Pratikno, seperti dilaporkan abcmarathinews.com. Ia menambahkan, tidak sedikit sekolah yang terpaksa akan menggunakan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.

Saat ini, sekitar 587 unit sekolah masih dalam tahap pembersihan intensif. Proses ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 4 Januari mendatang, sehari sebelum KBM dimulai. Data rinci menunjukkan bahwa di Aceh, dari total 2.303 sekolah yang terdampak, 1.773 di antaranya sudah dinyatakan siap untuk menyambut kembali para siswa.
Situasi serupa terjadi di Sumatera Barat, di mana sekitar 500 sekolah terdampak. Dari jumlah tersebut, 431 unit mengalami kerusakan parah, sehingga 21 lokasi pembelajaran akan mengandalkan tenda sebagai solusi sementara. Sementara itu, di Sumatera Utara, dari 981 sekolah yang terdampak, 933 unit sudah siap digunakan. Namun, karena 19 sekolah mengalami kerusakan total dan tidak mungkin siap pada tanggal 5 Januari, mereka juga akan memulai pembelajaran di tenda.
Meskipun harus beradaptasi dengan kondisi darurat dan fasilitas seadanya, Pratikno menegaskan bahwa proses pembelajaran akan tetap berlangsung semaksimal mungkin. Tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berkali-kali turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran proses ini. "Kami jamin, Kemendikdasmen sudah turun terus di lapangan menjamin bahwa bahkan di tenda pun dengan segala kedaruratan, proses pembelajaran akan berlangsung semaksimal mungkin," pungkasnya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap pendidikan anak-anak di tengah bencana.




