Abcmarathinews.com – Desakan keras datang dari Senayan. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara tegas mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk segera mengusut tuntas dan membekuk aktor intelektual di balik insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Permintaan ini mencerminkan komitmen parlemen terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara cepat, transparan, dan profesional. "Polri harus segera mengungkap dan menangkap semua pihak yang terlibat, mulai dari perencana, pemberi perintah, pelaksana lapangan, hingga mereka yang memberikan bantuan, sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," ujar Habiburokhman usai rapat Komisi III.

Selain penegakan hukum, Habiburokhman juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi korban. Ia meminta Polri berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan pengamanan khusus kepada Andrie Yunus, keluarganya, serta organisasi KontraS demi menjamin keselamatan mereka. Komisi III berjanji akan terus mengawal perkembangan kasus ini melalui rapat kerja dan rapat dengar pendapat berkala dengan aparat penegak hukum terkait, demi memastikan keadilan bagi Andrie.
Tak hanya itu, Komisi III juga mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjamin seluruh pembiayaan pengobatan dan proses pemulihan kesehatan Andrie Yunus hingga tuntas.
Insiden tragis ini menimpa Andrie Yunus saat ia diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan kimia berbahaya pada suatu malam. Akibat serangan brutal tersebut, Andrie mengalami luka serius pada bagian tangan dan kaki, serta gangguan signifikan pada penglihatannya. Setelah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat, tim dokter mendiagnosis Andrie menderita luka bakar mencapai 24 persen.
Di sisi lain, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan komitmen penuh Polri untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras ini. Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa ia telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar pengusutan kasus ini dilaksanakan secara profesional dan transparan. "Terkait dengan perkembangan penyerangan terhadap aktivis ini, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," tutur Jenderal Sigit kepada awak media usai meninjau arus mudik di salah satu stasiun besar di Jawa Timur.
Jenderal Sigit menambahkan, tim penyidik di lapangan akan mengadopsi metode ilmiah dalam proses pengungkapan kasus ini. Pengumpulan informasi dan bukti-bukti terus dilakukan secara intensif demi menemukan titik terang dan menangkap semua pelaku.




