Abcmarathinews.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi yang berujung tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Affan meregang nyawa setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob. ICW menyayangkan bahwa rantis yang dibeli dari uang rakyat tersebut justru digunakan untuk menyakiti masyarakat.
ICW menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Menurut ICW, tragedi ini merupakan buah dari kebijakan pemerintah dan DPR yang justru menyuburkan tindakan represif, termasuk dengan menyetujui kenaikan anggaran untuk kepolisian.

ICW menyoroti anggaran fantastis yang dialokasikan untuk Polri, mencapai Rp3,8 triliun yang bersumber dari pajak rakyat. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp762,3 miliar digunakan untuk pengadaan kendaraan taktis, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk pembelian senjata dan perlengkapan pengamanan.
ICW menilai bahwa uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun akuntabilitas dan meningkatkan pelayanan, justru dipakai untuk memperkuat tindakan represif. Polri dinilai tidak belajar dari tragedi sebelumnya, dengan anggaran besar yang tidak digunakan untuk berbenah, melainkan untuk mengakumulasi alat-alat keamanan yang berpotensi melukai masyarakat.
ICW mendesak pemerintah untuk menghentikan pendanaan berlebihan terhadap pengadaan peralatan keamanan. Polri juga harus menghentikan pembelian alat keamanan yang cenderung digunakan untuk melawan warga. ICW menekankan perlunya reformasi besar-besaran di tubuh Polri.