Abcmarathinews.com – Sebuah tragedi memilukan melanda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, ketika sebuah bangunan bekas sekolah dasar ambruk secara tiba-tiba. Insiden ini menewaskan seorang pelajar dan melukai dua anak lainnya yang sedang bermain di lokasi tersebut.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, mengonfirmasi bahwa bangunan yang roboh adalah bekas Sekolah Dasar Inpres Oepula yang terletak di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat. "Bangunan ini sudah tidak digunakan sejak tahun 2023," terang Hendra Dorizen melalui keterangan tertulis yang diterima abcmarathinews.com.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.43 WITA. Saat kejadian, sejumlah anak-anak memang kerap memanfaatkan area sekolah yang sudah tidak aktif tersebut sebagai tempat bermain.
Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Noldi Kause (9), seorang siswa kelas 1 SD. Ia tewas setelah tertimpa reruntuhan tiang bangunan tepat di bagian kepalanya. Dua korban luka lainnya adalah Juliana Nenohai (13) yang mengalami luka serius di kepala dan lutut, serta Mikael Jekson Nenoliu (9) dengan luka di bagian kaki dan punggung. Salah satu korban luka berat segera dilarikan ke RSUD Soe untuk penanganan medis.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat anak-anak sedang bermain sepak bola di halaman sekolah. Cuaca yang mulai gerimis membuat mereka memutuskan untuk berteduh di bawah bangunan tua tersebut. Tak berselang lama, terdengar suara dentuman keras sebelum bangunan itu ambruk menimpa mereka. Warga sekitar dengan sigap memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban dari timbunan reruntuhan.
Hasil penyelidikan awal menduga bahwa robohnya bangunan disebabkan oleh kondisi yang sudah lapuk dimakan usia. Bangunan SD Inpres Oepula diketahui telah berdiri sejak tahun 1991 dan memang sudah tidak layak pakai, sehingga para siswa telah dipindahkan ke gedung baru sejak tahun 2023.
"Ini menjadi perhatian bersama, baik pihak sekolah maupun masyarakat, agar lebih waspada terhadap bangunan tua yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak," tegas Dorizen. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap fasilitas umum yang sudah tidak layak pakai guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.




