Abcmarathinews.com – Gerbang utama penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatra, Pelabuhan Merak dan Ciwandan, mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pemudik dan kendaraan. Data terbaru dari Posko Merak mencatat pergerakan yang kian intensif menjelang periode mudik, mengindikasikan persiapan dini masyarakat untuk pulang kampung.
Peningkatan ini terlihat jelas pada akhir pekan lalu, mencakup tiga pelabuhan vital: Merak, Ciwandan, dan Bandar Bakau Jaya (BBJ). PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator utama, menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi lonjakan ini. "Kami melihat pergerakan masyarakat mulai meningkat menjelang periode mudik. Untuk itu, ASDP telah memperkuat kesiapan layanan penyeberangan, baik dari sisi operasional armada, fasilitas pelabuhan, hingga sistem layanan," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo.

Secara kumulatif, data dua hari terakhir menunjukkan total 199.011 penumpang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatra melalui ketiga pelabuhan tersebut. Angka ini sedikit menurun 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 202.791 orang. Namun, tren berbeda terlihat pada jumlah kendaraan. Sebanyak 49.026 unit kendaraan tercatat menyeberang, meningkat 5,7 persen dari 46.393 unit pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, arus balik dari Sumatra menuju Jawa juga menunjukkan aktivitas. Sejak H-10 hingga H-7, tercatat 138.179 penumpang dan 31.330 kendaraan telah menyeberang.
Menyambut puncak arus mudik Idul Fitri 2026, ASDP telah menyiapkan strategi matang. Untuk lintasan Merak – Bakauheni, akan dioperasikan antara 28 hingga 33 kapal. Lintasan Ciwandan – Wika Beton akan dilayani 9-12 kapal, sementara BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu akan mengoperasikan 10-12 kapal setiap harinya.
Pembagian prioritas pelabuhan juga diterapkan sesuai SKB 3 Menteri. Pelabuhan Merak akan difokuskan untuk kendaraan penumpang, Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan barang, serta BBJ Bojonegara khusus untuk kendaraan logistik.
Heru Widodo menambahkan, "Selain penguatan armada, ASDP juga menerapkan delaying system di sejumlah titik buffer zone, serta pengaturan arus kendaraan melalui pengalihan jalur menuju pelabuhan." Langkah ini bertujuan untuk mengurai kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.




