Angka Fantastis Tangsel Buang Sampah ke Cileungsi

Angka Fantastis Tangsel Buang Sampah ke Cileungsi

Abcmarathinews.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus merogoh kocek dalam-dalam, mencapai Rp90 juta setiap hari, untuk membuang sampahnya ke Cileungsi, Kabupaten Bogor. Langkah darurat ini diambil menyusul krisis penumpukan sampah yang melanda wilayah tersebut, terutama setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengonfirmasi bahwa biaya pengelolaan limbah atau tipping fee yang harus dibayarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel mencapai Rp450 ribu per ton. Dengan kuota pembuangan harian sebanyak 200 ton di PT Aspex Kumbong, Jalan Raya Narogong KM 26, total pengeluaran harian Pemkot Tangsel untuk sampah mencapai angka fantastis Rp90 juta. Kebijakan pembuangan sampah ke PT Aspex Kumbong ini bahkan telah diketahui dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Angka Fantastis Tangsel Buang Sampah ke Cileungsi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Pilar, langkah ini merupakan solusi jangka pendek yang krusial untuk mencegah tumpukan sampah di ruang-ruang publik. Pangkal masalah ini bermula dari ditutupnya TPA Cipeucang, Serpong, yang menyebabkan penumpukan sampah di berbagai sudut kota, mulai dari ruas jalan umum hingga permukiman warga.

Namun, upaya jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Pilar menjelaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas mesin pencacah sampah di TPA Cipeucang membutuhkan lahan seluas 5.000 meter persegi, serta proses diskusi dan persetujuan dari masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Cipeucang bahkan membutuhkan lahan yang lebih luas, yakni 5 hektare. Pilar menekankan bahwa proses pengadaan lahan bukanlah perkara mudah. "Belanja lahan itu tidak serta merta sekarang beli besok buang," jelasnya, menyoroti kompleksitas dan waktu yang dibutuhkan.

Meskipun solusi pembuangan ke Cileungsi saat ini efektif, Pilar menegaskan bahwa opsi tersebut memiliki batas waktu. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel terus berupaya mencari kerja sama yang paling efektif, efisien, dan menguntungkan untuk penanganan sampah secara berkelanjutan. Masalah sampah perkotaan di Tangsel memang terus menjadi sorotan, dengan gunungan dan ceceran sampah yang kerap terlihat di berbagai lokasi.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini