Istana Beri Sinyal Mengejutkan Soal Teror Andrie Yunus

Abcmarathinews.com – Desakan publik untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut tuntas kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, akhirnya mendapat respons dari Istana Kepresidenan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan mengkaji usulan pembentukan TGPF tersebut.

Berbicara di lingkungan Istana Kepresidenan, Prasetyo Hadi menekankan bahwa proses penanganan kasus Andrie Yunus saat ini sudah berjalan dengan cepat dan transparan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap setiap masukan dan usulan dari masyarakat. "Nanti kami koordinasikan dulu ya," ujar Pras, mengindikasikan adanya pembahasan internal lebih lanjut mengenai langkah-langkah berikutnya.

Istana Beri Sinyal Mengejutkan Soal Teror Andrie Yunus
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan Pras ini mengisyaratkan kesediaan pemerintah untuk menimbang serius pembentukan TGPF. "Bahwa ada pemikiran atau ada usulan, nanti kita coba kaji," tambahnya. Momentum desakan TGPF sendiri semakin menguat, terutama setelah penyerahan kasus ini dari Polda Metro Jaya kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, sebuah langkah yang dinilai banyak pihak memerlukan pengawasan lebih lanjut dan independen.

Salah satu kelompok yang gencar menyuarakan pembentukan TGPF adalah Solidaritas Kebangsaan untuk Andrie. Kelompok ini terdiri dari sejumlah tokoh nasional terkemuka seperti Sukidi, Karlina Supeli, Busyro Muqoddas, Halida Hatta, Pendeta Jacky Manuputty, Zumrotin Susilo, Marzuki Darusman, hingga Lukman Hakim Saifuddin. Mereka menyampaikan pesan kebangsaan dari kantor KontraS di Jakarta Pusat.

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas Kebangsaan menegaskan bahwa teror air keras yang menimpa Andrie Yunus bukan sekadar insiden biasa. Mereka melihat adanya indikasi kuat budaya kekerasan negara yang sistemik terhadap kritik, akuntabilitas, dan koreksi publik. Lebih jauh, mereka mencurigai adanya upaya yang terorganisasi dan sistematis, mengarah pada dugaan percobaan pembunuhan berencana terhadap Andrie.

"Serangan ini tampaknya dimaksudkan untuk menimbulkan efek gentar," seru mereka saat membacakan pesan kebangsaan. Namun, Solidaritas Kebangsaan juga memperingatkan bahwa para pelaku mungkin keliru dalam perhitungan mereka. "Vitalitas dan determinasi kaum muda—bersama kemarahan dan kekecewaan yang mendalam—dapat berkembang menjadi konsekuensi yang harus dihadapi oleh pihak-pihak yang masih mengandalkan cara-cara primitif dan arkais dalam menanggapi perbedaan pandangan," tutup pernyataan tersebut, menggarisbawahi potensi perlawanan publik yang lebih besar jika kasus ini tidak diusut tuntas secara adil.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini