Abcmarathinews.com – Libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Jumat Agung memicu lonjakan mobilitas kendaraan, khususnya di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Untuk mengantisipasi potensi kemacetan parah dan memastikan kelancaran arus lalu lintas, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di jalur vital tersebut.
Kebijakan contraflow ini diterapkan secara situasional, membentang dari KM 47 hingga KM 66 menuju arah Cikampek. Langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh JTT terhadap diskresi Kepolisian, yang bertujuan utama menjaga kelancaran arus lalu lintas bagi para pengguna jalan yang bergerak menuju wilayah Timur Trans Jawa.

Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, menjelaskan kepada abcmarathinews.com bahwa penerapan contraflow ini dilakukan berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan yang dinamis. "Langkah ini kami ambil untuk mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat signifikan seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang ini," ujarnya, menekankan komitmen JTT dalam memastikan perjalanan yang nyaman dan aman.
Koordinasi erat antara JTT dan pihak Kepolisian menjadi kunci dalam setiap keputusan rekayasa lalu lintas. Mereka secara intensif memantau kondisi di lapangan untuk memastikan bahwa contraflow berjalan optimal dan dapat disesuaikan dengan perubahan situasi. "Pemberlakuan contraflow satu lajur ini adalah upaya konkret menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya yang mengarah ke Timur Trans Jawa," tambah Ria.
Mengingat pentingnya keselamatan, JTT tak henti-hentinya mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk mempersiapkan diri dengan matang sebelum memulai perjalanan. Pastikan kondisi tubuh pengemudi dalam keadaan prima dan kendaraan telah diperiksa secara menyeluruh, siap menempuh perjalanan jauh.
Selama di perjalanan, jaga jarak aman antar kendaraan, patuhi rambu lalu lintas yang terpasang, dan ikuti setiap arahan dari petugas di lapangan, terutama saat melintasi jalur contraflow yang memerlukan kewaspadaan ekstra.
Selain itu, pengendara juga diminta untuk selalu mengantisipasi perubahan cuaca yang mungkin terjadi, memastikan saldo uang elektronik mencukupi, serta merencanakan rute dan waktu perjalanan dengan cermat guna menghindari potensi hambatan yang tidak diinginkan.




