Abcmarathinews.com – Perayaan Hari Raya Nyepi di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, berubah menjadi petaka berdarah. Sebuah pesta minuman keras yang seharusnya menjadi momen kebersamaan, justru berujung pada aksi penebasan brutal menggunakan pedang samurai. Seorang pria berinisial KS (40) menderita luka robek terbuka yang parah di bagian punggungnya, sementara pelaku, KGS (28), kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Insiden memilukan ini terjadi saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi, ketika suasana di Bali seharusnya hening dan sakral. Korban KS, seorang buruh, harus dilarikan ke rumah sakit setelah ditebas dalam insiden yang dipicu oleh cekcok dan emosi yang memuncak akibat pengaruh alkohol.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengonfirmasi insiden tersebut. "Kasus ini kini ditangani oleh Polsek Seririt setelah korban melapor dan terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti," ujar Iptu Yohana kepada abcmarathinews.com.
Menurut keterangan Iptu Yohana, pemicu insiden adalah kegiatan minum-minuman keras bersama yang kemudian memanas dan berujung pada pertengkaran fisik. "Terlapor sudah diamankan berikut barang bukti, berupa satu bilah pedang jenis samurai, dan kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polsek Seririt," tambahnya.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun abcmarathinews.com, kejadian bermula ketika korban KS menghubungi pelaku KGS, yang juga seorang buruh harian lepas dan tinggal di banjar yang sama, melalui pesan WhatsApp untuk mengajaknya minum-minuman keras. Sekitar pukul 09.30 WITA, KGS datang ke rumah KS dan bergabung minum bersama dua saksi, PK (60) dan KSA (50), serta beberapa rekan lainnya.
Di tengah suasana kebersamaan itu, korban KS diduga melontarkan ucapan yang menyinggung perasaan KGS, membuat suasana mulai memanas. Orang-orang yang berada di lokasi sempat berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang.
Namun, ketegangan tak mereda. KGS kemudian mendatangi KS untuk menanyakan maksud dari ucapan yang dianggap merendahkan dirinya. Perdebatan sengit pun tak terhindarkan. Teman-teman di lokasi sempat meminta KGS untuk pulang demi meredakan situasi.
Namun, ketegangan kembali memuncak saat KS, yang masih dikuasai emosi, melempar kursi ke arah KGS, meski lemparan itu meleset. KS juga disebut mengambil botol bir dan diduga mengancam akan membunuh KGS.
Merasa nyawanya terancam, KGS lantas bergegas pulang ke kediamannya. Tidak lama berselang, ia kembali dengan membawa sebilah pedang jenis samurai. Tanpa pikir panjang, KGS langsung melayangkan tebasan pedang itu satu kali, mengenai bagian punggung KS.
Aksi kekerasan tersebut akhirnya berhasil dilerai oleh salah seorang warga yang sigap. Korban segera dibawa keluarganya ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka robek terbuka pada bagian punggungnya. Menerima laporan kejadian, aparat kepolisian segera bergerak cepat mengamankan KGS beserta barang bukti sebilah pedang samurai ke Mapolsek Seririt guna proses penyelidikan lebih lanjut.




