Fenomena Unik Jemaah Naqsyabandiyah Lebaran Duluan

Fenomena Unik Jemaah Naqsyabandiyah Lebaran Duluan

Abcmarathinews.com – Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar, Sulawesi Selatan, telah melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis pagi, mendahului jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah dan sebagian besar organisasi Islam lainnya. Mereka berkumpul dengan khusyuk di area parkiran kompleks rumah toko (ruko) di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk menunaikan ibadah penting ini.

Kompol Muhammad Yusuf, Kapolsek Tamalanrea, membenarkan pelaksanaan salat tersebut kepada abcmarathinews.com. "Iya betul, sudah ada yang lebaran (hari ini)," ujarnya. Pihak kepolisian turut hadir di lokasi untuk memastikan jalannya ibadah berlangsung aman dan tertib.

Fenomena Unik Jemaah Naqsyabandiyah Lebaran Duluan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Yusuf menjelaskan bahwa sekitar 100 jemaah hadir dalam salat Idulfitri yang berlangsung khusyuk. Pengamanan ketat dari kepolisian bertujuan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa hambatan. "Kita hanya melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah tersebut agar berjalan dengan lancar," tambahnya. Setelah selesai, para jemaah membubarkan diri dengan tertib dan kondusif.

Pelaksanaan Idulfitri oleh jemaah Naqsyabandiyah ini kontras dengan rencana pemerintah Republik Indonesia yang baru akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis sore ini, pukul 16.00 WIB, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. Hasil sidang ini akan menjadi penentu apakah Idulfitri jatuh pada Jumat (20/3) atau Sabtu (21/3), tergantung penampakan hilal.

Secara astronomi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Peneliti Pusat Riset Antariksa, Thomas Djamaluddin, memprediksi bahwa posisi hilal di wilayah Asia Tenggara pada Kamis Magrib belum akan memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. "Maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026," tulis Djamaluddin dalam blognya. Prediksi serupa juga datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan hilal tidak akan terlihat pada Kamis, sehingga Idulfitri kemungkinan besar jatuh pada 21 Maret.

Sementara itu, organisasi Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Perbedaan penentuan awal bulan Hijriah ini memang kerap terjadi di Indonesia, mencerminkan keragaman metode hisab dan rukyat yang digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini