Alarm Merah! Ratusan Ribu Anak RI Terjebak Depresi

Alarm Merah! Ratusan Ribu Anak RI Terjebak Depresi

Abcmarathinews.com – Sebuah fakta mengkhawatirkan terkuak dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa setidaknya tiga ratus ribu anak di tanah air tengah berjuang melawan gejala depresi dan kecemasan, sebuah angka yang jauh melampaui kelompok usia dewasa.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes, Budi Gunadi Sadikin merinci bahwa 63.326 anak, atau sekitar 4,8 persen dari populasi anak yang diperiksa, teridentifikasi memiliki gejala depresi. Sementara itu, 338.316 anak lainnya, sekitar 4,4 persen, menunjukkan gejala kecemasan. Angka ini, menurut Menkes Budi, lima kali lipat lebih besar dibandingkan prevalensi yang ditemukan pada kelompok usia dewasa dan lansia.

Alarm Merah! Ratusan Ribu Anak RI Terjebak Depresi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Temuan ini merupakan hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berlangsung selama kurang lebih setahun terakhir, menandakan adanya masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan anak-anak.

Secara spesifik, kelompok usia remaja antara 11 hingga 17 tahun menjadi sorotan utama karena menunjukkan tingkat kerentanan tertinggi terhadap masalah kesehatan mental. Lebih lanjut, dalam kelompok umur ini, ditemukan pula peningkatan kasus yang berkaitan dengan pikiran untuk mengakhiri hidup.

Tren ini dinilai sangat mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Persentase siswa yang pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup melonjak dari 5,4 persen pada tahun 2015 menjadi 8,5 persen pada tahun 2023, sebuah kenaikan sekitar 1,6 kali lipat. Lonjakan yang lebih tajam terlihat pada persentase siswa yang pernah mencoba mengakhiri hidup, meningkat drastis dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023, atau sekitar 2,7 kali lipat lebih tinggi.

Menteri Budi menegaskan bahwa data ini adalah "alarm" yang sangat keras bagi seluruh pihak. Kesehatan mental anak dan remaja memerlukan perhatian yang jauh lebih besar dan tindakan preventif yang komprehensif. Pemeriksaan kesehatan gratis, seperti CKG, diharapkan dapat menjadi instrumen vital dalam mendeteksi berbagai masalah kesehatan, termasuk isu kesehatan mental pada usia dini, sehingga intervensi dapat dilakukan secepatnya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini