Abcmarathinews.com – Jakarta digegerkan oleh aksi ugal-ugalan seorang pengemudi mobil Toyota Calya yang nekat melawan arah di sejumlah ruas jalan utama. Kini, misteri di balik tindakan berbahaya Hafiz Mahendra (HM) itu mulai terkuak. Polisi menyatakan, pengemudi tersebut panik setelah kedapatan menggunakan pelat nomor kendaraan palsu, memicu drama kejar-kejaran yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan, insiden bermula di Jalan Gunung Sahari. Anggota lalu lintas, Aiptu Basri dan Aipda Jimber, mencoba menghentikan kendaraan HM karena dugaan penggunaan pelat nomor palsu. Namun, alih-alih kooperatif, HM justru tancap gas melarikan diri.

"Diduga menggunakan nomor pelat palsu di Jalan Gunung Sahari, sehingga diberhentikan oleh anggota lantas Aiptu Basri dan Aipda Jimber," kata Reynold, seperti dikutip dari abcmarathinews.com. "Sehingga takut dan melarikan diri lalu masuk ke Jalan Gunung Sahari dan melaju melawan arah dari arah selatan ke utara."
Pelarian HM berlanjut hingga Jalan Bungur Besar, di mana ia kembali berbelok ke kiri melawan arus menuju arah barat. Bahkan di simpang empat MBAL, mobil tersebut sempat melawan arah di Jalan Pos sebelum akhirnya berputar balik ke simpang empat MBAL. Puncaknya, mobil tersebut kembali masuk ke jalur berlawanan di Jalan Gunung Sahari dan terlibat kecelakaan dengan sepeda motor.
Aksi nekat HM ini terekam jelas dalam video yang viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @jakarta.terkini. Dalam rekaman itu, terlihat mobil melaju kencang melawan arus di tengah kepadatan lalu lintas. Seorang polisi bahkan terlihat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan laju kendaraan, namun HM tak menggubris. Ia terus melaju, menabrak sejumlah kendaraan lain, mulai dari sepeda motor hingga mobil.
Kemarahan warga tak terbendung; mereka mengejar mobil HM, bahkan memukulkan helm ke bodi kendaraan. "Sebuah mobil menjadi sasaran amukan massa di kawasan Pasar Baru Timur, Jakarta Pusat," demikian narasi dalam unggahan tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini. Kombes Reynold menegaskan bahwa penyelidikan akan mencakup tes urine dan pemeriksaan kesehatan terhadap Hafiz Mahendra. "Segera akan kami lakukan pengecekan, khususnya tes urine maupun cek kesehatan terhadap pengemudi, apakah ada indikasi menggunakan barang-barang yang dilarang atau berdampak di dalam hal membuat pengemudi jadi ugal-ugalan atau lalai," pungkasnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang memicu perilaku berbahaya HM di jalan raya.




