Terkuak Beasiswa Negara Utang Budi Kata Wamen Stella

Terkuak Beasiswa Negara Utang Budi Kata Wamen Stella

Abcmarathinews.com – Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie kembali menegaskan pandangannya yang kuat: setiap individu yang menerima beasiswa dari negara memiliki utang budi. Pernyataan ini bukan kali pertama dilontarkan Wamen Stella, namun kembali mengemuka sebagai respons atas sebuah video viral yang menampilkan seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dalam video tersebut, alumni tersebut menyatakan keinginan agar anak-anaknya tidak menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), dengan kalimat "cukup saya WNI, anak jangan."

Wamen Stella mengungkapkan bahwa ia pernah menjadi sasaran kritik pedas dari warganet ketika sebelumnya mengimbau bahwa dana beasiswa yang diterima adalah sebuah utang. "Saya pernah dikecam netizen ketika mengimbau penerima beasiswa S1 luar negeri Kemdiktisaintek bahwa beasiswa adalah utang," ujar Stella, seperti dikutip oleh abcmarathinews.com. Namun, ia tak gentar dan kembali menegaskan keyakinannya. "Namun kenyataannya memang demikian: setiap beasiswa dari negara adalah utang budi," tegasnya.

Terkuak Beasiswa Negara Utang Budi Kata Wamen Stella
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Stella, para penerima beasiswa seharusnya memandang kesempatan emas ini sebagai sebuah amanah, bukan sekadar fasilitas yang bisa dinikmati begitu saja. Ia khawatir, pembatasan yang terlalu ketat justru bisa memicu sikap sinis di kalangan penerima beasiswa. "Pembatasan yang berlebihan justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis: penerima beasiswa menjadi kurang bersyukur kepada negara dan sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban," jelasnya.

Wamen Stella juga menyoroti berbagai contoh positif dari ilmuwan diaspora Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Tanah Air. Ia menyebut nama-nama seperti Prof. Vivi Kashim di Tiongkok, Prof. Sastia Putri di Jepang, dan Prof. Haryadi di Amerika Serikat, sebagai bukti bahwa "memberi kembali kepada negara memiliki banyak bentuk." Ia berharap, kisah-kisah inspiratif ini dapat membuka wawasan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Sebelumnya, sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @sasetyaningtyas menjadi sorotan luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan momen ketika pemilik akun membuka paket yang berisi surat pernyataan dari Home Office Inggris, mengonfirmasi status kewarganegaraan Inggris untuk anak keduanya, lengkap dengan paspor Inggris. Dalam video tersebut, ia melontarkan pernyataan kontroversial: "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."

Buntut dari pernyataan yang memicu gelombang kritik tersebut, penerima beasiswa LPDP dengan inisial DS itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Melalui klarifikasi yang diunggah pada Jumat, ia mengakui bahwa kalimat yang ia gunakan keliru dan tidak tepat. "Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik," tuturnya, menyesali perbuatannya.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini