Viral Pegawai Disekap Polisi Buka Fakta Mengejutkan

Viral Pegawai Disekap Polisi Buka Fakta Mengejutkan

Abcmarathinews.com – Sebuah video yang menampilkan dugaan penyekapan sejumlah pegawai jasa ekspedisi di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Polisi akhirnya angkat bicara mengenai insiden yang melibatkan lima karyawan J&T tersebut, memberikan klarifikasi atas narasi yang beredar.

Dalam narasi video yang viral, disebutkan bahwa lima pegawai jasa ekspedisi itu disekap karena dituduh terlibat penggelapan barang. Kisah bermula ketika para pegawai yang bertugas memuat barang dijebak oleh seorang sopir. Barang senilai Rp 300 juta diduga digelapkan oleh oknum sopir tersebut berkali-kali. Akibatnya, perusahaan meminta pertanggungjawaban dari kelima karyawan, masing-masing Rp 30 juta, dengan ancaman penjara jika tidak membayar.

Viral Pegawai Disekap Polisi Buka Fakta Mengejutkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, saat dikonfirmasi oleh abcmarathinews.com, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa akar masalahnya adalah dugaan penggelapan barang milik konsumen oleh oknum sopir yang berkolaborasi dengan karyawan gudang J&T.

"Kronologis awalnya ini terkait dengan dugaan penggelapan barang konsumen oleh oknum sopir yang diduga bekerja sama dengan karyawan gudang J&T tersebut. Dikarenakan pihak J&T mengganti kerugian kepada konsumen, maka pihak J&T meminta pertanggungjawaban kepada karyawan-karyawan nya ini," terang Handam kepada wartawan.

Intervensi polisi bermula setelah salah satu keluarga korban menghubungi kantor hukum dan kemudian membuat laporan melalui call center Polri 110. Anggota kepolisian segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di sana, polisi mendapati para pegawai tersebut berada di ruang kerja bersama pihak manajemen dan sekuriti. "Posisi ruangan juga tidak terkunci," tegas Handam, membantah narasi penyekapan fisik seperti yang digambarkan dalam video viral. Hal ini mengindikasikan bahwa para pegawai tidak dikunci atau dibatasi geraknya secara paksa.

Setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, kedua belah pihak, yakni perusahaan J&T dan para karyawan, sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Oleh karena itu, tidak ada laporan polisi resmi yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Meskipun demikian, AKP Handam Samudro menegaskan bahwa pihak kepolisian akan tetap melanjutkan penyelidikan. "Kami akan tetap melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut baik terkait dengan dugaan penggelapan maupun berita berkembang terkait penyekapan," pungkasnya, menunjukkan komitmen polisi untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini secara menyeluruh.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini