Abcmarathinews.com – Warga Aceh Tengah kini bisa bernapas lega. Akses darat menuju kabupaten tersebut, yang sebelumnya terhambat pascabencana, kini telah pulih sepenuhnya berkat rampungnya pembangunan dua jembatan bailey vital. Jembatan-jembatan ini membuka kembali konektivitas dari arah Kabupaten Bener Meriah dan Nagan Raya.
Dua infrastruktur krusial yang dimaksud adalah Jembatan Bailey Krueng Beutong di Nagan Raya dan Jembatan Bailey Umah Besi di Bener Meriah. Keberadaan keduanya menjadi kunci dalam memulihkan mobilitas dan distribusi pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Murthalamuddin, Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, menegaskan bahwa selesainya dua jembatan ini merupakan tonggak penting dalam upaya percepatan pemulihan wilayah. "Konektivitas yang kembali terbuka dinilai sangat membantu mobilitas warga dan distribusi logistik, sekaligus juga mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi serta pelayanan publik," ujarnya, seperti dikutip abcmarathinews.com.
Di Nagan Raya, Jembatan Bailey Krueng Beutong dengan panjang 30 meter dan kapasitas beban hingga 20 ton, kini berdiri kokoh menggantikan struktur jembatan jalur utama yang hancur diterjang banjir bandang. Meskipun telah diresmikan sehari sebelumnya, saat ini masih dilakukan pemasangan aksesoris komponen dan uji beban, sebelum nantinya dibuka secara bertahap untuk lalu lintas umum.
Sementara itu, kabar baik juga datang dari Jembatan Bailey Umah Besi yang berlokasi di Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah. Jembatan ini telah sepenuhnya difungsikan, kembali menyambungkan urat nadi transportasi dari Bireuen-Bener Meriah hingga ke Aceh Tengah yang sebelumnya terputus total.
Dengan berfungsinya kedua jembatan bailey ini, harapan besar kini tersemat untuk percepatan roda perekonomian daerah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta kembalinya aktivitas normal masyarakat di seluruh wilayah Aceh bagian tengah. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pembangunan kedua jembatan vital ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan personel TNI Zeni Angkatan Darat, menunjukkan sinergi kuat dalam penanganan infrastruktur darurat.




