Abcmarathinews.com – Upaya pencarian empat warga yang dilaporkan hilang akibat terjangan banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih terus diintensifkan. Tim SAR gabungan berjibaku di tengah medan sulit demi menemukan para korban bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Komandan Tim Basarnas Manado, Rolando W, mengungkapkan strategi pencarian dibagi menjadi dua kelompok untuk mengoptimalkan cakupan area dan mempercepat proses evakuasi. Pembagian tim ini diharapkan dapat menjangkau lokasi-lokasi yang berbeda secara simultan.

Tim pertama difokuskan di wilayah Siau Barat, tepatnya di Desa Lekaeng, dengan misi utama mencari seorang anak yang dilaporkan hilang. Namun, hingga kini, hasil pencarian masih nihil. Rolando menjelaskan, kendala utama di lokasi ini adalah akses menuju area pencarian yang terputus dan tertutup material longsor, sangat menyulitkan pergerakan tim.
Sementara itu, tim kedua mengarahkan operasi SAR ke Siau Timur, tepatnya di Desa Bahu. Dari tiga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di area ini, satu di antaranya berhasil ditemukan atas nama Rokman Bangsa (53). Meskipun demikian, kondisi di lapangan masih penuh tantangan. Rolando menambahkan, hujan deras yang terus mengguyur dan aliran air dari pegunungan yang sangat deras menjadi hambatan serius bagi tim di Desa Bahu.
Melihat kondisi di lapangan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan pola yang sama. Kedua tim akan kembali disebar, satu tim melanjutkan penyisiran di Siau Barat, Desa Lekaeng, dan tim kedua tetap berfokus di Desa Bahu, hingga seluruh korban dapat ditemukan. abcmarathinews.com melaporkan.




