Abcmarathinews.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa gelaran Operasi Nataru 2025/2026 secara keseluruhan berlangsung sukses, aman, dan terkendali. Ia menyatakan bahwa baik arus mudik maupun puncak perayaan Natal dan Tahun Baru berhasil dikelola dengan optimal, tanpa hambatan berarti. Hingga hari terakhir operasi, arus balik juga terpantau stabil tanpa adanya lonjakan berarti, menunjukkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
Dalam kunjungannya ke Pos Polisi Gadog, Jawa Barat, Irjen Agus secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Jawa Barat, khususnya Polres Bogor, atas inisiatif mereka menggandeng Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas). "Kami datang ke Gadog hari ini untuk memberikan apresiasi, terutama kepada Polda Jabar dan Polres Bogor yang berhasil melibatkan Supeltas. Mereka sangat membantu di simpul-simpul jalan dan jalur alternatif untuk melancarkan arus lalu lintas," ujar Agus. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bahwa semua pemangku kepentingan, bahkan masyarakat, turut bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban. "Tadi saya bertanya, mereka senang dilibatkan Polri untuk membantu mengatur lalu lintas," imbuhnya.

Keterlibatan Supeltas dalam pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 ini merupakan kali pertama dalam membantu kelancaran dan mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Irjen Agus bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang turut hadir, menyampaikan penghargaan atas kontribusi para sukarelawan ini. "Karena ini yang pertama, saya bersama Pak Menteri, atas perintah Pak Kapolri, hadir di sini untuk menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat agar masyarakat terus membantu menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar," tutur Kakorlantas.
Lebih lanjut, Irjen Agus memaparkan data terkini terkait pergerakan kendaraan. Proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui jalan tol telah mencapai 2,9 juta unit, dan sekitar 96 persen di antaranya telah kembali. Hal ini mengindikasikan bahwa arus balik pada hari-hari terakhir operasi tidak mengalami peningkatan yang signifikan. "Artinya, berdasarkan perhitungan lalu lintas dan parameter lainnya, kemungkinan untuk melakukan contraflow terlihat cukup landai. Ini kabar baik," jelasnya.
Selain kelancaran arus lalu lintas, pencapaian paling membanggakan adalah penurunan angka kecelakaan yang sangat signifikan. "Kami juga melaporkan bahwa hasil analisis dan evaluasi menunjukkan peristiwa kecelakaan turun cukup signifikan," kata Agus. Angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan secara drastis, mencapai penurunan 27,12 persen. "Artinya, sekitar 150 nyawa berhasil kita cegah dari kematian. Sementara itu, jumlah peristiwa kecelakaan secara keseluruhan turun 7 persen. Ini luar biasa, mengingat Operasi Natal atau Lilin adalah operasi kemanusiaan, di mana keselamatan dan kelancaran di jalan menjadi prioritas utama," pungkasnya.




