Jakarta Pusat Memanas Ribuan Buruh Turun Jalan

Jakarta Pusat Memanas Ribuan Buruh Turun Jalan

Abcmarathinews.com – Jalan Medan Merdeka Selatan di jantung Ibu Kota Jakarta terpaksa ditutup oleh aparat kepolisian menyusul gelombang demonstrasi besar-besaran yang dilancarkan oleh massa buruh. Aksi ini, yang melibatkan ribuan pekerja, berdampak langsung pada akses menuju sejumlah institusi penting di kawasan strategis tersebut.

Penutupan jalan utama ini, yang menjadi lokasi Balai Kota DKI Jakarta, Perpustakaan Nasional Nasional, Istana Wakil Presiden RI, Kedutaan Besar Amerika Serikat, hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), kini tidak dapat dilalui. Petugas kepolisian telah memasang barrier, secara efektif menghalangi kendaraan untuk berbelok dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Jakarta Pusat Memanas Ribuan Buruh Turun Jalan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan, bahkan diperkirakan mencapai ribuan massa buruh, telah memadati area Jalan Medan Merdeka Selatan. Kondisi ini sontak menyebabkan kemacetan parah di ruas jalan sekitarnya, terutama yang mengarah ke MH Thamrin. Untuk mengamankan jalannya unjuk rasa dan memastikan ketertiban umum, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengonfirmasi pengerahan 2.617 personel gabungan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga pemimpin Partai Buruh, Said Iqbal, dalam orasinya menyampaikan dua tuntutan krusial. Poin pertama mendesak Gubernur Jawa Barat untuk segera merevisi Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026. Menurut Said, rekomendasi UMSK yang telah diajukan oleh para Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat justru diabaikan, diubah, dikurangi, bahkan dihilangkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi. Tindakan ini, tegas Said, dinilai bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024 yang mengatur mekanisme penetapan UMSK.

Tuntutan kedua yang disuarakan adalah agar Gubernur Jawa Barat menghentikan praktik "pencitraan" yang masif di media sosial dan sebaliknya, mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025. Said Iqbal menekankan pentingnya fokus pada kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh, bukan pada citra diri semata.

Aksi demonstrasi ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa serupa yang telah digelar sehari sebelumnya. Diperkirakan, total peserta yang hadir dalam gelombang protes kali ini mencapai 20.000 orang, dengan estimasi 10.000 sepeda motor buruh dari berbagai wilayah di Jawa Barat turut memadati jalanan.

Follow Us

Klik untuk Ikuti kami di Google News

Terkait

Terkini