Abcmarathinews.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyatakan bahwa kondisi internal organisasi kini telah kembali harmonis dan rukun, atau yang dikenal dengan istilah ‘guyub’. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian dinamika konflik yang sempat mewarnai tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut, menandakan babak baru rekonsiliasi.
Gus Ipul menyampaikan hal ini usai menghadiri pertemuan penting di kediaman Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya. Pertemuan yang berlangsung tertutup selama empat jam itu juga dihadiri Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf serta jajaran struktural PBNU lainnya. Menurut Gus Ipul, suasana pertemuan diisi dengan kegiatan spiritual seperti selawatan, doa, dan makan bersama, menciptakan atmosfer kebersamaan yang mendalam.

"Alhamdulillah hari ini sudah kumpul kita, sudah guyub, makan bersama, selawatan, Alhamdulillah," ujar Gus Ipul kepada awak media setelah pertemuan. Ia menambahkan bahwa suasana kebatinan antar pengurus kini sudah mencair dan penuh kebersamaan, menandakan berakhirnya ketegangan yang sempat terjadi di internal PBNU.
Mengenai langkah-langkah strategis organisasi ke depan, termasuk pembahasan Muktamar atau struktur kepengurusan, Gus Ipul menegaskan bahwa segala keputusan krusial masih menunggu arahan dari pimpinan tertinggi PBNU. "Mudah-mudahan insyaAllah nanti pada waktu-waktu mendatang akan ada pembicaraan yang lebih lanjut. Intinya nanti Rais Aam bersama Ketua Umum akan membicarakan lebih lanjut apa yang akan kita lakukan ke depan," jelasnya. Ia meminta publik untuk bersabar menanti penjelasan resmi dari KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Rais Aam PBNU ini sebelumnya menjadi sorotan publik. Jurnalis tidak diperkenankan meliput di dalam lokasi, dengan Banser dan santri berjaga ketat di depan kediaman Kiai Miftach. Undangan silaturahmi bernomor 4962/PB.01/A.I.01.08/99/12/2025 yang ditandatangani oleh Rais Syuriyah Muhibbul Aman Aly, Katib Ahmad Nadhif, Ketua Umum Yahya Cholil Staquf, dan Wakil Sekretaris Jenderal Faisal Saimima, menjadi bukti resmi inisiasi pertemuan ini.
Dengan kembalinya suasana guyub, PBNU diharapkan dapat kembali fokus pada agenda-agenda keumatan dan kebangsaan, menunggu arahan lebih lanjut dari para pimpinan tertinggi untuk menentukan arah organisasi ke depan.




