Abcmarathinews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membawa kabar terbaru mengenai penanganan dampak banjir di Sumatra. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 12 kabupaten/kota dari total 52 wilayah yang terdampak di tiga provinsi – Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh – kini telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Ini menandai sebuah langkah maju yang signifikan dalam upaya pemulihan pascabencana, meskipun sejumlah daerah lain masih terus berjuang dalam status tanggap darurat.
Pratikno menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja sama dan gotong royong berbagai pihak. "Alhamdulillah berkat gotong royong kita semua, dari 12 kabupaten/kota di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi, statusnya sudah masuk ke transisi ke fase pemulihan," ujarnya dalam sebuah konferensi pers. Namun, ia juga menegaskan bahwa di Provinsi Aceh, sebanyak 11 kabupaten masih akan memperpanjang status tanggap darurat guna memastikan kesiapan penuh sebelum beralih ke fase pemulihan.

Perpanjangan status tanggap darurat ini, menurut Pratikno, adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa semua upaya penanganan darurat yang dibutuhkan oleh warga dapat terlaksana secara maksimal. Tujuannya adalah agar setiap daerah benar-benar siap dan memiliki fondasi yang kuat sebelum sepenuhnya memasuki fase pemulihan jangka panjang, yang mencakup pembangunan kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat.
Dalam konteks pemulihan pascabencana, pemerintah telah mulai mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak. Di Sumatera Barat, pembangunan huntara sudah berjalan di enam kabupaten/kota, sementara di Sumatera Utara, tiga kabupaten/kota telah memulai inisiatif serupa dan jumlahnya terus bertambah.
Situasi di Aceh menunjukkan dinamika yang berbeda; satu kabupaten telah memulai pembangunan, namun kabupaten lain masih dalam tahap persiapan dan percepatan. Penyiapan lahan menjadi tantangan utama yang perlu diatasi di wilayah ini. Beberapa daerah di Aceh sedang mematangkan lokasi huntara, sementara yang lain masih dalam proses identifikasi dan perencanaan.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan jumlah korban jiwa akibat banjir di Sumatra. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa hingga saat ini, total korban meninggal di tiga provinsi terdampak telah mencapai 1.135 jiwa, meningkat enam jiwa dari laporan sebelumnya. Sementara itu, 173 orang masih dinyatakan hilang, dan operasi pencarian serta pertolongan terus digencarkan di lapangan, menunjukkan bahwa upaya penanganan darurat masih menjadi prioritas utama di beberapa wilayah.




